Postingan

Apakah Jual Beli Kredit Termasuk Riba?

Apakah Jual Beli Kredit Termasuk Riba? - Maraknya penjualan dengan sistem kredit pada masa sekarang, tidak dipungkiri dapat memberikan keuntungan bagi pihak penjual dan pembeli. Penjual mendapat manfaat dari pertambahan (uang). Sedangkan keuntungan bagi pembeli adalah mendapat tambahan dari ketersediaan waktu dalam melakukan pembayaran.
Di samping keuntungan tersebut ada konsekuensi yang harus ditanggung antara dua belah pihak. Bagi penjual resikonya adalah kemungkinan terjadinya angsuran yang tidak dipenuhi oleh pembeli yang bisa mengarah kepada pencabutan, dan bagi pembeli kredit adanya beban angsuran yang harus dibayar tepat waktu sesuai kesepakatan. Belum lagi barang yang dikredit sudah rusak/hilang tetapi angsuran tetap harus dilakukan. Itu akan menjadi beban tersendiri bagi pembeli kredit.
Di dalam penjualan kredit ada harga yang cukup tinggi dibandingkan dengan harga barang apabila dibeli dengan tunai. Harga yang ada pada barang kredit sudah ditentukan berdasarkan perhitungan w…

'Abd al-Aziz ibn Salman al-'Abid menceritakan

'Abd al-Aziz ibn Salman al-'Abidmenceritakan penuturan seseorang yang menyucikan diri dan menangis selama enam puluh tahun karena rindu kepada Allah Swt.:

Aku bermimpi berada di tepi sungai berair kesturi yang sangat harum. Pohon-pohon mutiara di pinggirnya, lumpurnya berupa minyak ambar, dan di dalamnya terdapat bongkah-bongkah emas. Di tepi sungai, gadis-gadis jelita berdendang, "Maha Suci dan Maha Tinggi Allah. Maha Suci Dia, Mahasuci zat Yang disucikan oleh setiap lisan. Mahasuci Zat Yang ada di mana-mana. Mahasuci Zat Yang Mahakekal sepanjang masa. Kami makhluk Sang Maha Pengasih Yang Mahasuci. Kami abadi dan tidak akan mati selamanya. Kami selalu rida dan tidak pernah marah. Kami adalah nikmat yang takkan tanpa pernah berubah." Aku bertanya, "Siapakah kalian?" Mereka menjawab, "Kami adalah makhluk Allah Swt." Kutanya lagi, "Apakah yang kalian lakukan di sini?" Mereka serempak memberikan jawaban indah:

Tuhan manusia, pemelihara Muham…

MUSLIM WAJIB BERPOLITIK

Artikel dengan judul ‘Muslim Wajib Berpolitik” ini sebenarnya sudah lama ada. Ditulis oleh Dr. Ahmad Hatta, ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI), untuk Sabili tanggal 9 Oktober 2003. Dan pastinya sudah banyak yang membacanya. Tapi pada kesempatan ini admin posting di blog ini, dengan harapan dapat menghilangkan kesalahan persepsi tentang muslim (ulama) dan politik, dan juga admin berkeyakinan ilmu itu tidak pernah usang walau setua berapapun umurnya. Ilmu itu bagaikan sinar terang, yang tidak akan pernah padam menerangi hati dan pikiran manusia, seusang apapun dia.
Untuk diketahui artikel ini akan saya kutip apa adanya, sebagaimana yang terdapat dalam Majalah Sabili No. 06 TH.XI 9 Oktober 2003, tanpa saya tambahi atau kurangi. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dalam memberikan pencerahan kepada kita semua.
Muslim Wajib Berpolitik
“Hendaklah kamu menjadi umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yan…

Wahai Tawanan Dunia

Wahai tawanan dunia, wahai budak nafsu, wahai sarang dosa, wahai wadah bencana, ingatlah apa yang telah kau perbuat dan takutlah kepada Tuhan! Jangan sampai dia melihat kesalahan dan kedurhakaanmu, sehingga Dia halangi engkau dari pintu-Nya, Dia jauhkan engkau dari sisi-Nya, dan Dia cegah engkau untuk akrab dengan para kekasih-Nya. Bila demikian, engkau terjatuh dalam jurang kehinaan dan terperangkap dalam jaring kerugian. Setiap kali engkau ingin bebas dari kesesatan, suara Tuhan menyeru:

Menjauhlah dari kami, engkau tidak mendekati Kami wahai
penghianat yang alpa dan melalaikan Kami
Engkau berpaling dari Kami dan tidak taat kepada Kami
Kau hendak mencari rida, padahal hubungan telah ter-urai
Bagaimana engkau sekarang menghampiri Kami
Sementara sejak lama engkau melupakan Kami
Wahai pengingkar janji, tidak ada yang tersambung dengan Kami
Kecuali mujtahid yang sungguh-sungguh merendahkan diri

Wahai pembeli barang fana dengan sesuatu yang kekal, tidakkan engkau merasa …

Fungsi Al-Qur'an

Fungsi Al-Qur'an - Telah dijelaskan di dalam beberapa surat dari Al-Qur’an berbagai fungsi Al-Qur’an, di antaranya di dalam surah al-Baqarah ayat 185 dan surah Ibrahim ayat 1, sebagai berikut:


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
Artinya: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)”. (QS. Al-Baqarah: 185)

Menurut Ayat tersebut, fungsi Al-Qur’an ada tiga macam, yaitu:

1. Sebagai hudan atau petunjuk bagi umat manusia
2. Sebagai bayyinah atau penjelas dari petunjuk tersebut
3. Sebagai furqan atau pembeda antara yang benar dan yang batil.

الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ
Artinya: “Alif, laam raa. (Ini a…

Pengertian Al-Qur'an

Pengertian Al-Qur'an di tinjau dari segi etimologi atau kebahasaan, Al-Qur'an berasal dari bahasa Arab yakni : qara-a, yaqrau, qur'anaa mempunyai arti bacaan atau yang dibaca. Meskipun kata qur'anaa sendiri adalah sebagai isim masdar, namun menurut Al-Lihyani (wafat 215 H), seorang ahli bahasa kenamaan, lafal Al-Qur'an adalah isim masdar dengan arti maf'ul, jadi mengandung arti "yang dibaca". Dalam Al-Qur'an sendiri banyak kita jumpai lafal Al-Quran dengan arti seperti tersebut di atas, di antaranya:
إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ#فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ
Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. (Q.S. al-Qiyamah: 17-18)
بَشِيرًا وَنَذِيرًا فَأَعْرَضَ أَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لا يَسْمَعُونَ
yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (daripadanya); maka me…

Dahsyatnya Berkah dari Allah

ADA KISAH menggetarkan tentang dahsyatnya berkah dari Allah. Seorang kiai pemilik sebuah pesantren di Jawa Tengah menuturkannya,


"Ada seorang pria yang mempunyai empat orang anak laki-laki. Pada saat ia jatuh sakit, salah seorang anaknya yang sangat ikhlas hatinya berkata, 'Apakah kalian akan merawat ayah, walau kalian tidak mendapatkan warisannya ataukah saya yang akan merawatnya dan tidak ada untukku bagian dari warisannya.'

Ia mengatakan itu karena tahu ayahnya tak memiliki apa-apa. Ia tidak ingin ketika saudaranya merawat ayahnya ditengah jalan kecewa karena tahu tidak ada imbalannya. Ia tidak ingin karena kecewa lantas mereka tidak serius merawat ayahnya. Ia tahu ia adalah paling miskin di antara saudara-saudaranya. Tapi demi ayah tercinta, ia siap untuk berkorban.

Anak-anak yang lain seketika itu berkata, 'Kamulah yang harus merawatnya dan tidak ada bagian sedikit pun untukmu dari warisannya.'

Jawaban itu sudah ia duga. Saudara-saudaranya pasti memilih lepas…

Sambungan: Ketika Masjid dan Rumah Bordil Roboh

Dan benarlah, ketika malam datang kedua saudara itu melaksanakan niatnya masing-masing. Usai shalat maghrib di masjid, sang kakak kembali ke rumah, ganti pakaian dan bergegas menuju rumah bordil. Adapun sang adik, telah pergi meninggalkan rumah bordil begitu mendengar suara adzan maghrib. Jalan yang diambil dua bersaudara itu tidak sama sehingga keduanya tidak berjumpa di tengah jalan. Baca sebelumnya : Ketika Masjid dan Rumah Bordil Roboh.

Sampai di rumah bordil sang kakak mencari adiknya. Namun tidak ada. Orang-orang yang ada di rumah bordil tidak ada yang tahu ke mana adiknya itu pergi. Meskipun adiknya tidak ada ia tetap melaksanakan niatnya. Nafsu telah menguasai seluruh akal pikirannya. Ia pun menuruti segala yang diinginkan nafsunya di rumah bordil itu bersama para penari dan pelacur.

Di tempat lain, sang adik sampai di masjid tempat kakaknya biasa ibadah. Ia sudah bertekad bulat untuk tobat meninggalkan semua perbuatan buruknya. Ia mengambil air wudhu dan masuk ke dalam masji…

Ketika Masjid dan Rumah Bordil Roboh

Ada dua lelaki. Keduanya adalah saudara kandung. Lahir di dalam keluarga yang taat beragama. Namun perilaku dua orang itu berbeda dan akhir hidup mereka juga berbeda.

Yang tua, sejak kecil dikenal baik, alim dan ahli ibadah. Ia tidak suka menyakiti orang lain. Tidak suka hura-hura. Tak pernah menyentuh gelas minuman keras apalagi meminumnya. Waktu mudanya banyak dihabiskan di masjid. Ia juga tidak suka bergaul dengan wanita yang bukan muhrimnya. Pernah ia dirayu oleh seorang gadis cantik yang masih sepupunya, namun ia teguh dalam keimanannya. Karena amal perbuatannya yang baik dan akhlaknya yang mulia ia dicintai oleh keluarga dan masyarakat.

Sedangkan adiknya, sangat berbeda dengan kakaknya. Sejak kecil ia dikenal nakal. Sejak remaja sudah biasa masuk tempat maksiat. Rumah bordil adalah rumah biasa ia mangkal. Hampir tiap hari ia mabuk dan melakukan pelbagai macam maksiat di rumah bordil miliknya itu. Kadang-kadang ia juga ikut gerombolan perampok, untuk merampas harta orang lain. S…

Mazhab Hanafi

Mazhab Hanafi. Penyusunnya yaitu Imam Abu Hanifah. Beliau dilahirkan pada tahun 80 hijriah dan meninggal dunia di Bagdad pada tahun 150 Hijriah. Imam Abu Hanifah belajar di Kufah, dan di sanalah beliau mulai menyusun mazhabnya. Kemudian belian duduk berfatwa mengembangkan ilmu pengetahuan di Bagdad. Beliau memberikan penerangan kepada segenap lapisan muslimin, sehingga Abu Hanifah terkenal sebagai seorang alim yang terbesar di masa itu, mahir dalam ilmu fiqih serta pandai mengistimbatkan hukum dari Al-Qur’an dan hadis.

Menurut riwayat yang dapat dipercaya, beliau adalah wadi’ ilmu fiqh (yang mula-mula menyusun ilmu fiqih sebagaimana susunan sekarang ini). Beberapa ulama telah bergau dengan Abu Hanifah, mereka pelajari mazhab beliau dan hukum yang mereka dapat dari beliau itu merekan tulis (bukukan). Mereka sebagai pendukung mazhab Abu Hanifah. Kemudian sebagian besar dari mereka kembali menyelidiki dan memeriksa hukum-hukum tadi dengan memeriksa dalil-dalilnya serta disesu…

Niat Adalah Faktor Terpenting Dalam Beramal

Niat Adalah Faktor Terpenting Dalam Beramal
Niat adalah faktor yang sangat menentukan diterima atau tidaknya suatu amal. Walau kelihatannya amal seseorang itu baik, namun karena dibalik itu tersembunyi maksud lain yang bukan karena Allah, maka jelas amal itu tertolak. Hal ini terungkap sangat jelas dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Khalifah Umar bin Khathab ra, Rasulullah saw, bersabda:
"Setiap amal disertai dengan niat. Setiap amal seseorang tergantung dari apa yang diniatkannya. Karena itu, siapa saja yang hijrahnya (dari Makkah ke Madinah) karena Allah dan Rasul-Nya), maka hijrahnya tertuju kepada Allah dan Rasul-Nya (diterima dan diridhai Allah). Tetapi siapa saja yang melakukan hijrah demi kepentingan dunia yang akan diperolehnya, atau karena perempuan yang akan dinikahinya, maka hijrahnya sebatas kepada sesuatu yang menjadi tujuannya (tidak diterima oleh Allah)."
Dalam hadis yang lain, yang juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Mus…

Tata Cara dan Manfaat Sujud Syukur

Secara umum tata cara sujud syukur, sebagai berikut:
Niat (pelaksanaan niat di dalam hati)Takbiratul Ihram dengan mengangkat kedua tangan sampai sisi telinga (ujung jari tangan sejajar dengan daun telinga bagian atas)Takbir untuk sujud tanpa mengangkat kedua tangansujudBangkit dari sujud sambil takbirDuduk sesudah sujud tanpa membaca tasyahhud (tahyat)SalamPenjelasan tata cara pelaksanaan sujud syukur di atas.

Sebelum melaksanakan sujud syukur, ada beberapa syarat sah yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebagaimana ibadah yang lain. Syarat sah untuk melaksanakan sujud syukur ini adalah 1) suci badan, pakaian, dan tempat; 2) menghadap kiblat; 3) menutup aurat.

Setelah semua syarat tadi dipenuhi. Sesudah bersuci/wudhu berdiri menghadap kiblat, kemudian niat dengan niat sujud syukur di dalam hati bersamaan dengan mengangkat kedua tangan (takbiratul ihram), bersedekap sebentar seperti dalam salat wajib tanpa membaca apa-apa (semisal Fatehah), kemudian takbir tanpa mengangkat kedua tangan d…

Rahasia Sujud Diungkap oleh Seorang Doktor Neorologi

Rahasia SujudDiungkap oleh Seorang Doktor Neorologi - Seorang doktor di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang ditemuinya dalam penyelidikannya. Dia amat kagum dengan penemuan tersebut, sehingga tidak dapat diterima oleh akal pikiran.

Dia adalah seorang doktor neurologi. Setelah memeluk Islam, dia amat yakin akan pengobatan secara Islam dan dengan itu telah membuka sebuah klinik yang bertemakan "Pengobatan Melalui Al-Qur'an". Kajian pengobatan melalui al-Qur'an membuatkan obat-obatanya berpatokan apa yang terdapat di dalam al-Qur'an. Di antara cara-cara yang digunakan adalah berpuasa, mengkonsumsi madu, biji hitam (blackseed) dan sebagainya.

Apabila ia ditanya bagaimana dia tertarik memeluk Islam, maka doktor tersebut memberitahu bahwa semasa beliau melakukan kajian urat syaraf, terdapat beberapa urat syaraf di dalam urat manusia yang tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara…

Pengertian Sujud Syukur dan Dalil Serta Hukumnya

Pengertian Sujud Syukur

Sujud syukur adalah sujud sebagai ungkapan syukur atau terima kasih seorang hamba kepada Allah Swt., atas karunia atau anugerah yang telah diterimanya. Sujud syukur juga bermakna sujud satu kali di waktu mendapat keuntungan yang menyenangkan atau terhindar dari kesusahan yang besar.

Dari makna di atas dapat kita mengambil pengertian bahwa sujud syukur itu hanya dilakukan dengan satu kali sujud dan spontan dilaksanakan begitu seseorang mendapatkan nikmat atau terhindar dari marabahaya atau kesusahan yang lainnya.

Dalil dan Hukum dari Pelaksanaan Sujud Syukur

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya: "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُ…

10 Pokok Yang Harus Diketahui Sebelum Belajar FIQIH

Sebelum mulai mempelajari fiqih, perlu diketahui ada 10 perkara yang harus anda ketahui. Ke-10 pokok (mabadi') itu adalah:

1. Harus tahu ta'rifnya, yaitu arti kata fiqih baik secara pengertian menurut bahasa maupun pengertian menurut istilah.

Fiqih menurut bahasa ialah paham atau pengertian. Sedangkan menurut istilah, fiqih berarti ilmu untuk mengetahui hukum-hukum syara' yang pada perbuatan anggota, diambil dari dalil-dalilnya yang tafsili (terinci). Untuk lebih mengetahui lebih jelas tentang ini silahkan baca artikel sebelumnya yang berjudul "Pengertian dan Dalil Fiqih".

2. Yang mengaturnya: Nabi Saw., dan yang menyusunnya seperti susunan yang ada sekarang ini ialah Imam Abu Hanifah.

3. Namanya: Ilmu Fiqih.

4. Nisbatuhu (bandingannya dengan ilmu lain): Ilmu untuk mengetahui perbedaan hukum-hukum agama (syara') dengan ilmu-ilmu lain.

5. Maudu'nya. Maksudnya tempat berlaku ilmu fiqih ialah pada perbuatan-perbuatan yang mungkin mengakibatkan hukum-hukum ya…

Pengertian dan Dalil Fiqih

Pengertian dan Dalil Fiqih. Makna fiqih dibedakan ke dalam dua pengertian, yaitu pengertian secara lugot (bahasa) dan pengertian secara istilah.

1. Pengertian Fiqih menurut bahasa ada 2: 

a. alfahmu almujarrad bermakna mengerti secara langsung atau sekedar mengerti saja.
contoh:

قَالُوا يَا شُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيرًا مِمَّا تَقُولُ Artinya: Mereka berkata: "Hai Syu’aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu." (QS. Hud: 91
b. alfahmu addaqiq yaitu memahami secara mendalam dan lebih luas.
Contoh

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ Artinya: Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi pering…