10 Asmaul Husna dengan Arti dan Penjelasannya


10 Asmaul Husna dengan arti dan penjelasannya


Jumlah keseluruhan Nama-Nama Allah atau asmaul husna adalah 99 nama. Tapi pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari 10 nama dulu dari keseluruhan asmaul husna.

Ke-10 asmaul husna yang kita maksud yaitu Al-Aziz, Al-Gaffar, Al-Basit, An-Nafi, Ar-Rauf, Al-Barr, Al-Hakim, Al-Fattah, Al-‘Adi, dan Al-Qayyum.

Sekarang mari kita terangkan satu persatu dari kesepuluh nama-nama asmaul husna tersebut.

1. Al-Aziz artinya Allah Maha Perkasa.


Asma ini memberitahukan kepada kita bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Perkasa.

Keperkasaannya bersifat abadi dan tidak terbatas, meliputi segala sesuatu, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.

Tidak ada suatu makhluk pun yang mampu menandingi keperkasaan Allah swt ini. Jika pun ada keperkasaan yang lain maka keperkasaan itu hanyalah keperkasaan yang bersigat semu dan sementara.

Keperkasaan Allah ditunjukkan lewat terlaksananya segala kehendak Allah swt. Tidak ada satu makhluk pun yang dapat menghalangi atau menghindari kehendak tersebut.

Selain itu, sikap tunduk dan tidak dapat berpalingnya semua makhluk dari hukum alam yang Allah ciptakan (sunnatullah) juga merupakan wujud keperkasaan-nya, sebagaimana disebutkan dalam Qur’an surat  Al-Jumu’ah ayat 1 sebagai berikut.

“Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Maha Raja, yang Maha Suci, yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (Q.S. Al-Jumu’ah: 1)

Setelah memahami bahwa keperkasaan sejati hanya milik Allah, bahwa Dialah Al-Aziz, maka sebagai manusia tidak sepantasnya kita berlaku sombong dan takabur.

Sebaliknya sikap rendah hati, saling menghormati dan tolong menolong dalam kehidupan sehari-hari sangat dianjurkan.

Khasiatnya jika rajin diwiridkan: 

Barang siapa yang banyak berdzikir dengan يا عزيز, maka akan menjadi hebat dihadapan orang lain.

2. Al-Gaffar artinya yang Maha Pengampun


Manusia adalah tempat salah dan khilaf. Banyak kesalahan yang dilakukan manusia, beberapa di antaranya dapat dimaafkan oleh manusia lain, tapi lebih banyak lagi yang tidak termaafkan karena keterbatasan manusia.

Al-Gaffar artinya yaitu uang Maha Pengampun. Maksudnya, Ampunan Allah swt terbentang luas dan diberikan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. Ketika seseorang yang telah berbuat salah memohon ampunan kepada-Nya dengan sungguh-sungguh, maka Allah swt akan memberikan ampunan yuang diminta tersebut.

Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalan surat Thaha ayat 82 berikut..

“Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman, dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.” (Q.S. Thaha: 82)

Hadist riwayat Muslim di bawah ini juga menerangkan hal yang sama.

“Sesungguhnya Allah Yang Mahamulia dan Mahaagung membentangkan tangannya pada malam hari untuk menerima tobat orang yang berbuat dosa ada siang hari dan membentangkan tangannya pada malam harinya sehingga matahari terbit dari tempat tenggelamnya (hari kiamat).” (HR. Muslim)

Ayat dan hadis di atas telah cukup menjelaskan pada kita bahwa ampunan Allah swt itu amat luas.

Hal ini secara tidak langsung juga membuktikan betapa Maha Pengasihnya Allah swt terhadap hamba-hambaNya. Luasnya ampunan dari Allah swt itu memberikan kesempatan kepada kita untuk senantiasa beristigfar (mohon ampun) dan bertaubat kepada-Nya.

Di antara keutamaannya:

Barang siapa banyak berdzikir dengan يا غفار Insya Allah kejelekan dan aibnya ditutup oleh Allah dan yang tanpak hanya kebaikan saja.

Agar mempunyai harta berlimpah dan anak sholeh, dan diberkati rezekinya, maka hendaklah membaca doa di bawah ini sebanyak 70 kali setiap hari.

استغر الله انه كان غفارا

(Astagfirullah innahu kaana ghoffaaraa)

3. Al-Basith artinya yang Melapangkan rezeki


Yang dimaksud Allah Al-Basith yaitu disamping membukakan pintu magfiroh kepada hamba-hambaNya yang terlanjur berbuat dosa, Allah swt. juga memberikan kelapangan rezeki pada hamba-hambaNya sebagai bentuk rahmatNya yang lain.

Namun demikian, selain melapangkan rizqi seorang hamba, terkadang Allah swt juga menyempitkan rizqi hamba yang lain, seperti yang telah difirmankanNya dalam surat Ar-Ra’du ayat 26 di bawah ini.

“Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Mereka gembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibandingkan dengan) kehidupan akhirat hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (Q.S. Ar-Ra’du: 26)

Setelah memahami firman Allah swt di atas, sudah seharusnya bagi kita untuk senantiasa pandai-pandai mendekatkan diri kepada Allah swt. agar kita termasuk orang-orang yang dilapangkan jalan untuk meraih rezeki dengan cara yang diridhai Allah swr.

Kita juga perlu berupaya agar tidak termasuk golongan orang-orang bangga dengan kehidupan dunia sampai-sampai melupakan kampung akhirat.

Manfaat dan khasiatnya:

Orang yang banyak membaca يا باسط Insya Allah menjadi lapang dada, luas ilmu dan banyak rezekinya.

4. An-Nafi artinya yang Memberi Manfaat


Sebagai bukti kemahaagunganNya, Allah swt. selalu menciptkan makhluk dengan berbagai mangaat yang mengiringinya.

Tidak ada satu pun ciptaanNya yang tidak berguna dan diciptakan tanpa maksud yang baik. Allah swt. telah menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi dan melengkapinya dengan berbagai fasilitas yang akan memberi manfaat bagi hidupnya.

Salah sati fasilitas yang disediakan Allah swt. adalah hewan ternak, seperti yang diungkapkan dalam QS An-Nahl ayat 5 berikut.

“Dan hewan ternak telah diciptakan-Nya untuk kamu, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat dan sebagiannya kamu makan.” (QS An-Nahl: 5)

Allah juga menjelaskan hal yang sama dalam Q.S. Al-Mukminun ayat 21 di bawah ini:

“Dan sungguh pada hewan-hewan ternak terdapat suatu pelajaran bagimu. Kami memberi minum kamu dari (air susu) yang ada dalam perutnya, dan padanya juga terdapat banyak manfaat untukmu, dan sebagian darinya kamu makan.” (Q.S. Al-Mukminun: 21)

Begitu banyak manfaat dari apa yang diciptakan Allah swt. bagi manusia.

Hewan ternak adalah contoh kecil, masih banyak makhluk Allah lain yang memberi manfaat bagi kemaslahatan manusia, seperti tumbuh-tumbuhan beserta buahnya, bumi dan tanah tempat kita berpijak, air, udara, dan sebagainya.

Manfaatnya jika diamalkan:

Barang siapa berdzikir dengan يا نفع / Yaa Naafi' 201 kali ketika mendapat bahaya, insya Allah mendapat pertolongan Allah.

Barang siapa membacanya dalam hati ketika menggauli istrinya, insya Allah menambah kasih sayang isteri kepadanya dan jika menyebabkan kehamilan, insya Allah melahirkan anak yang saleh.

5. Ar-Rauf artinya yang Maha Pengasih


Salah satu nama agung yang diperkenalkan Allah swt. kepada hmbaNya adalah Ar-Rauf, yang mengandung arti sesungguhnya kasih sayang Allah swt. terbagi untuk semua hambaNya.

Allah swt. tidak pernah menyia-nyiakan manusia, bahkan menginginkan manusia selalu berada dalam rahmatNya dengan memerintah untuk beriman dan beramal saleh, sebagai jalan untuk menuju bentuk kasih sayangNya yang lebih besar, yaitu surga dan kesempatan memandang wajahNya yang mulia.

Cermati ayat 143 dari Q.S. Al-Baqarah yang menunjukkan kasih sayang Allah swt pada hamba-hambaNya berikut:

“...Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.” (Q.S. Al-Baqarah: 143)

Firman Allah swt. dalam QS. Ali Imran ayat 30 juga menjelaskan hal yang sama.

“Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hambaNya.” (QS. Ali Imran: 30)

Khasiatnya/Fadlilahnya:

Barang siapa marah atau dimarahi, berdzikirlah dengan يا رؤوف / Yaa Ra'uf 10 kali, kemudian membaca shalawat kepada nabi shallahu 'alaihi wa sallam 10 kali, insya Allah marah itu berganti senang.

6. Al-Barr artinya yang Melimpah Kebaikan


Allah swt. bersifat Al-Barr maksudnya yaitu Allah swt. merupakan zat yang mempunyai kebaikan dari segala kebaikan.

Dialah yang melimpahkannya bagi hamba yang Dia kehendaki, baik di dunia maupun di akhirat. Allah Al-Barr senantiasa melimpahkan karunia dan kebaikan-Nya selama manusia tetap beriman dan mengesakan-Nya.

“Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Dialah yang Maha Melimpahkan Kebaikan, Maha Penyayang.” (Q.S. At-Tur: 27-28)

Di antara Khasiat membaca Ya Barru:

Barang siapa banyak berdzikir dengan يا بر / Yaa Barru, insya Allah menjadi pemurah dan banyak kebaikannya serta akan tumbuh di hatinya kesadaran untuk selalu berbakti kepada kedua orang tuanya.

7. Al-Hakim artinya yang Maha Bijaksana


Salah satu nama Agung yang diperkenalkan Allah swt. kepada kita adalah Al-Hakim yang berarti Dzat yang Maha Bijaksana.

Maksudnya Kebijaksanaan-Nya meliputi segala hal di segala waktu. Dia mencipta, mengatur, dan berkehendak dengan bijaksana.

Kebijaksanaan itu terwujud lewat petunjuk yang Allah swt. berikan kepada manusia agar senantiasa dalam kebaikan dan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat lewat ajaran Islam.

Salah satu ayat yang menunjukkan kebijaksanaan Allah swt. adalah QS Az-Zukhruf ayat 84 berikut:

“Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi, dan Dialah yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui.” (QS Az-Zukhruf: 84)

Di antara manfaatnya jika terus diamalkan:

Barang siapa yang berdzikir dengan يا حكيم / Yaa Hakiim 300 kali setiap hari, terbuka baginya ilmu hikmah yang luas dan dipelihara dari segala yang membahayakan.

8. Al-Fattah artinya yang Maha Memberi Keputusan


Allah Al-Fattah maksudnya yaitu Allah swt adalah Maha Memberi Keputusan. Dialah menentukan nasib semua hamba di dunia dan akhirat berdasarkan perbuatan dan amalan hamba itu sendiri.

Apabila seorang manusia beramal baik, maka Allah swt. akan memberinya pahala. Sebaliknya apabila dia melanggar aturan Allah swt. maka Allah swt. akan menurunkan kecelakaan dan keburukan padanya.

Tidak ada satu hal pun yang lepas dari pengetahuan Allah swt oleh karenanya, tidak akan ada kesalahan dalam hal pemberian keputusan ini.

Cermati firman Allah swt.dalam QS Al-Zaizalah ayat 7 – 8 di bawah ini:

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” (Q.S. Al-Zalzalah: 7 – 8)

Kebenaran keputusan Allah swt sebagaimana diterangkan dalam ayat di atas, mencakup semua hal. Seseorang yang mengerjakan kebaikan atau kejahatan sekecil apapun akan memperoleh balasanNya.

Maka sudah sepantasnya, sebagai manusia kita selalu menjaga diri dan berhati-hati dalam bertingkah laku.

Kehati-hatian ini pada akhirnya akan memberi kita kebaikan pada hari ketika manusia menerima keputusan atas dirinya dari Allah swt di hari pemberian keputusan nanti. Allah swt telah menjelaskan mengenai hal ini dalam surat Saba’ ayat 26 berikut:

“Katakanlah, “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberikan keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Maha Pemberi Keputusan, Maha Mengetahui.” (Q.S. Saba: 26)

Khasiatnya:

Barang siapa banyak berdzikir dengan يا فتاح / Yaa Fattah selesai shalat subuh 71 kali dan tangannya di dada, insya Allah bersih dan bercahaya hatinya, dan dimudahkan pekerjaannya dan keluarlah rasa kecintaan pada dunia dari hatinya.

9. Al-‘Adl artinya yang Maha Adil


Yang dimaksud dengan Allah Al-‘Adl adalah Allah swt. yang maha adil. Artinya, keadilan Allah mencakup semua hal, baik yang ada di langit maupun di bumi.

Manusia sebagai salah satu makhluk Allah swt. hanya mempunyai sebagian kecil dari keadilan itu.

Keadilan yang terbatas ini disebabkan oleh adanya hawa nafsu dan perasaan yang seringkali menguasai manusia.

Keadilan Allah swt. sejalan dengan rahmat dan kebijaksanaan yang dimiliki-Nya. Di dunia, Dia memberikan rizqi kepada semua makhlukNya baik yang beriman ataupun tidak, asal mereka berusaha.

Sedangkan di akhirat nanti, keadilan Allah swt. terbukti dengan dibalasnya hmab yang beriman dan beramal shaleh dengan surga, dan neraka bagi hamba yang mengingkariNya. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Anbiya’ ayat 47 berikut:

“Dan Kami memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat. Maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit. Sekalipun hanya seberat biji sawi pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.” (Q.S. Al-Anbiya’: 47)

Seorang yang mengaku beriman kepada Allah swt. juga diharuskan mengimani semua sifat yang dimilikiNya, termasuk sifat Kemahaadilan Allah swt. ini.

Khasiatnya:

Barang siapa berdzikir dengan يا عدل / Yaa 'Adl setiap selesai sholat lima waktu sebanyak 104 kali, insya Allah menjadi sangat terkenal (dalam keadilan) dan tertarik kepada semua hati.

Barang siapa menulisnya pada 20 potong roti atau makanan serupa, pada hari atau malam Jum'at kemudian dimakannya, insya Allah ditundukkan kepadanya segala makhluk.

10. Al-Qayyum artinya yang Terus-Menerus Mengurus.


Secara bahasa Al-Qayyum artinya yaitu Yang Terus-Menerus Mengurus. Sifat ini mengandung maksud bahwa Allah adalah Dzat yang selalu mengurus kehidupan makhluk-Nya tanpa bantuan siapa pun.

Dia mencipta, menghidupkan, menjalankan dan mematikan segala yang ada di langit dan bumi. Seperti yang telah disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 255 berikut ini:

“Allah tidak ada Tuhan selain Dia yang Hidup Kekal lagi terus-menerus mengurus (Makhluk-Nya).” (Q.S. Al-Baqarah: 255)

Khasiatnya jika rutin diamalkan adalah:

Imam Ghazali berkata: "Barang siapa berdzikir dengan يا حى ي قيوم / Yaa Hayyu Yaa Qayyum 1.000 kali setiap hari, Insya Allah akan kaya harta, segala perkataannya akan diindahkan oleh orang lain, dicintai oleh siapa pun, baik laki-laki maupun wanita, selalu memperoleh kebahagiaan, berwibawa, dimuliakan orang, terhindar dari orang dzalim dan segala bala'/mudlarat, memperoleh kedudukan yang tinggi.

Baca juga : Pengertian Asmaul Husna dan Etika Cara Membacanya

Demikian itulah 10 Asmaul Husna dengan arti dan penjelasannya semoga artikel ini dapat menambah keimanan kita kepada Allah swt dan dapat berpegang teguh dengannya. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.

Aqidah Akhlak Untuk MTs. Kelas 7 Semester Genap.
Kementerian Agama Madrasah Tsanawiyah

Adapun untuk beberapa manfaat dan khasiat Asmaul Husna di atas penulis kutip dari buku Puncak Munajat yang ditulis oleh TGH. Sukarnawadi H. Husnuddu'at terbitan dunia ilmu tahun 2002. Untuk lebih lengkapnya silahkan beli bukunya. 

Disqus Comments