Wahai Tawanan Dunia

Wahai Tawanan Dunia

Wahai tawanan dunia, wahai budak nafsu, wahai sarang dosa, wahai wadah bencana, ingatlah apa yang telah kau perbuat dan takutlah kepada Tuhan! Jangan sampai dia melihat kesalahan dan kedurhakaanmu, sehingga Dia halangi engkau dari pintu-Nya, Dia jauhkan engkau dari sisi-Nya, dan Dia cegah engkau untuk akrab dengan para kekasih-Nya. Bila demikian, engkau terjatuh dalam jurang kehinaan dan terperangkap dalam jaring kerugian. Setiap kali engkau ingin bebas dari kesesatan, suara Tuhan menyeru:

Menjauhlah dari kami, engkau tidak mendekati Kami wahai
penghianat yang alpa dan melalaikan Kami
Engkau berpaling dari Kami dan tidak taat kepada Kami
Kau hendak mencari rida, padahal hubungan telah ter-urai
Bagaimana engkau sekarang menghampiri Kami
Sementara sejak lama engkau melupakan Kami
Wahai pengingkar janji, tidak ada yang tersambung dengan Kami
Kecuali mujtahid yang sungguh-sungguh merendahkan diri

Wahai pembeli barang fana dengan sesuatu yang kekal, tidakkan engkau merasa rugi? Betapa manisnya hari-hari perjumpaan dan betapa pahitnya hari-hari perpisahan. Tidaklah kehidupan suatu kaum menjadi baik kecuali dengan berhijrah, bergadang seraya membaca Al-Qur’an, serta melewati malam dengan berdiri di hadapan dan bersujud kepada Tuhan.

============
Wahai tawanan dunia, maknanya keadaan diri yang selalu sibuk dengan urusan dunia, terpesona dengan keindahannya karenanya dia begitu bersemangat untuk mengejar dan meraihnya. Akhirnya dia terpenjara di dalam sangkar emas semu dunia, tanpa ingat lagi ada kehidupan abadi yang lebih indah dan sempurna dari itu. Kalaupun dia ingat hari akhirat, tapi itu sangat kecil sekali bagaikan nyala api yang kehilangan sumbunya, lemah tidak berarti.