Dahsyatnya Berkah dari Allah

Dahsyatnya Berkah dari Allah




ADA KISAH menggetarkan tentang dahsyatnya berkah dari Allah. Seorang kiai pemilik sebuah pesantren di Jawa Tengah menuturkannya,


"Ada seorang pria yang mempunyai empat orang anak laki-laki. Pada saat ia jatuh sakit, salah seorang anaknya yang sangat ikhlas hatinya berkata, 'Apakah kalian akan merawat ayah, walau kalian tidak mendapatkan warisannya ataukah saya yang akan merawatnya dan tidak ada untukku bagian dari warisannya.'

Ia mengatakan itu karena tahu ayahnya tak memiliki apa-apa. Ia tidak ingin ketika saudaranya merawat ayahnya ditengah jalan kecewa karena tahu tidak ada imbalannya. Ia tidak ingin karena kecewa lantas mereka tidak serius merawat ayahnya. Ia tahu ia adalah paling miskin di antara saudara-saudaranya. Tapi demi ayah tercinta, ia siap untuk berkorban.

Anak-anak yang lain seketika itu berkata, 'Kamulah yang harus merawatnya dan tidak ada bagian sedikit pun untukmu dari warisannya.'

Jawaban itu sudah ia duga. Saudara-saudaranya pasti memilih lepas tangan. Namun ia justeru tersenyum. Bisa merawat dan berbakti pada orang tua adalah kebahagian tiada tara baginya. Ia lalu merawat ayahnya itu sampai akhir hayatnya. Dan ia tidak mendapat sedikit pun dari warisan orang tuanya tersebut. Ia sangat percaya berbakti kepada orang tua pasti mendatangkan berkah.

Suatu malam dalam tidur anak yang sangat berbakti pada orang tuanya itu bermimpi. Ia didatangi oleh seorang yang berwajah sangat menyenangkan. Orang itu berkata,

"Datanglah ke tempat ini dan itu. Lalu ambillah seratus dinar!"

Dalam mimpinya ia bertanya, "Apakah ada berkahnya?"

Orang dalam mimpinya menjawab, "Tidak ada."

Pagi harinya ia menceritakan perihal mimpinya itu pada istrinya. Sang istri pun berkata, "Ambillah wahai suamiku! Karena keberkahannya adalah agar kita membeli pakaian dengannya dan bisa mencukupi kebutuhan hidup kita."

Namun ia tidak mau mengambilnya karena tidak ada berkahnya.

Saat sore hari, kembali ia tidur dan bermimpi lagi. Dalam mimpinya lelaki itu kembali datang dan berkata padanya, "Datanglah ke tempat ini dan itu, lalu ambillah sepuluh dinar!"

Ia bertanya, "Apakah ada berkahnya?"

Mereka menjawab, "Tidak ada!"

Saat pagi datang, ia pun kembali menceritakan kepada istrinya. Ia pun menjawab dengan jawaban yang sama, sehingga ia pun tidak mau mengambilnya. Kemudian ia didatangi pada malam ketiga, orang itu padanya, "Datangilah tempat ini dan itu, lalu ambillah satu dinar!"

Ia kembali bertanya, "Apakah ada berkahnya?"

Orang itu menjawab, "Ya, ada!"

Paginya ia buktikan mimpinya. Ditempat yang disebutkan ia menemukan beberapa dinar dan ia hanya mengambil satu dinar saja. Lalu ia pergi ke pasar. Tiba-tiba, ia berpapasan dengan seorang laki-laki yang membawa dua ikan laut yang bentuknya lucu dan tidak seperti ikan biasanya. Ia tertarik. Ia bertanya, "Berapa harga dua ikan ini?"

"Satu dinar." Jawab penjual ikan itu.

Maka iapun membelinya dan membawanya pulang. Dua ikan laut itu masih hidup. Ia letakkan dua ikan laut itu dalam sebuah tempat dari kaca.

Hari berikutnya penjual ikan itu kembali menemuinya. Penjual ikan itu membawa seorang pejabat penting kerajaan dan seorang tabib.

"Saya yakin ikan yang saya jual kepada orang ini adalah ikan yang tuan cari." Kata penjual ikan itu pada sang pejabat.

Sang pejabab mempersilahkan tabibnya memeriksa dua ikan itu. Setelah memeriksa dengan seksama tabibnya itu berkata,

"Benar tuan, inilah ikan yang diperlukan untuk mengobati penyakit putri tuan."

Sang pejabat kemudian menjelaskan pada lelaki pemilik ikan itu perihal keinginannya membeli dua ikan itu berapa pun harganya. Putrinya sakit dan hanya bisa diobati dengan dua ikan itu. Sudah satu bulan lebih ia mencari ikan itu ke mana-mana namun tidak dapat. Ia juga telah mengerahkan nelayan untuk mencarinya di laut tapi tidak mendapatkan.

Setelah mendengar penjelasan sang pejabat, lelaki itu menjawab, "Tuan harta bisa dicari tapi kasih sayang pada seorang anak adalah segala-galanya bagi orang tua. Jika tuan berkenan maka harga dua ikan ini adalah lima puluh ribu dinar emas dan tuan mengangkat saya menjadi orang penting dalam pemerintahan."

Tanpa banyak pikir sang pejabat setuju. Lelaki itu jadi orang kaya sekaligus jadi orang penting. Namun ia tidak lupa asal usulnya. Ia tetap memiliki hati yang tulus. Dekat dengan orang biasa dan sukai siapa saja.

Putri pejabat itu akhirnya sembuh. Begitu sembuh, sang putri juga memberi hadiah khusus padanya. Sebuah kebun korma yang sangat luas. Ia benar-benar berubah jadi orang yang kaya raya dan penting di negerinya. Ia merasa inilah berkahnya merawat ayahnya hingga akhir hayat. Meski tidak mendapat warisan, namun Allah menggantinya dengan yang lebih baik.

Sumber: Kisah-kisah Teladan Islami Peneguh Iman dan Penenteram Jiwa, Habiburrahman El Shirazy.