'Abd al-Aziz ibn Salman al-'Abid menceritakan

'Abd al-Aziz ibn Salman al-'Abid menceritakan penuturan seseorang yang menyucikan diri dan menangis selama enam puluh tahun karena rindu kepada Allah Swt.:

Aku bermimpi berada di tepi sungai berair kesturi yang sangat harum. Pohon-pohon mutiara di pinggirnya, lumpurnya berupa minyak ambar, dan di dalamnya terdapat bongkah-bongkah emas. Di tepi sungai, gadis-gadis jelita berdendang, "Maha Suci dan Maha Tinggi Allah. Maha Suci Dia, Mahasuci zat Yang disucikan oleh setiap lisan. Mahasuci Zat Yang ada di mana-mana. Mahasuci Zat Yang Mahakekal sepanjang masa. Kami makhluk Sang Maha Pengasih Yang Mahasuci. Kami abadi dan tidak akan mati selamanya. Kami selalu rida dan tidak pernah marah. Kami adalah nikmat yang takkan tanpa pernah berubah." Aku bertanya, "Siapakah kalian?" Mereka menjawab, "Kami adalah makhluk Allah Swt." Kutanya lagi, "Apakah yang kalian lakukan di sini?" Mereka serempak memberikan jawaban indah:

Tuhan manusia, pemelihara Muhammad, menyediakan kami
untuk kaum yang bangkit beribadah di malan nan gelap
Mereka bermunajat kepada Tuhan mereka, Rabulalamin
Keinginan mereka naik saat orang lain tertidur lelap.

"Baik, baik" kataku, "lalu siapakah kaum yang Allah beri kebahagian itu?" Mereka balik bertanya, "Kamu tidak tahu?" "Tidak, demi Allah," jawabku. Mereka melanjutkan, "Mereka adalah kaum yang beribadah dengan sungguh di waktu malam dan bergadang dengan Al-Qur'an."

Nabi saw bersabda, "Jika seorang hamba berbuat dosa dan benar-benar bertobat kepada Allah Swt. Dia menerima setiap kebaikan yang telah dilakukannya dan mengampuni setiap dosa yang pernah diperbuatnya. Setiap dosanya berarti sebuah derajat di sorga dan Allah berikan setiap kebaikannya sebuah istana di surga. Allah akan menikahkannya dengan bidadari."

Rasulullah juga bersabda:

Allah mewahyukan kepada Dawud a.s., "Wahai Dawud, berikanlah kabar gembira kepada para pendosa dan sampaikanlah peringatan kepada kaum shiddiqin (para pembenar)!" Nabi Dawud heran lalu bertanya, "Wahai Tuhan, bagaimana aku memberi kabar gembira kepada para pendosa dan peringatan kepada kaum shiddiqin?" Allah Swt. berfirman, "Wahai Dawud, berikanlah kabar gembira kepada para pendosa bahwa tidak ada dosa yang tidak bisa Kuampuni dan sampaikanlah peringatan kepada kaum shiddiqin agar jangan bangga pada amal mereka. Bila aku menghukum seseorang, ia pasti binasa. Wahai Dawud, jika engaku mengakui cinta kepada-Ku, keluarkanlah cinta kepada dunia dari hatimu. Cinta kepada-Ku dan cinta kepada dunia tidak mungkin berkumpul dalam satu hati. Wahai Dawud, barang siapa mencintai-Ku, niscaya ia bertahajjud di hadapan-Ku ketika orang lain tidur, berdzikir kepada-Ku dalam khalawat kala orang lain lalai, serta bersyukur atas nikmat-Ku saat orang lain alpa."

Berbahagialah insan yang di waktu malam kedua matanya terjaga
Ia lewati malam dengan risau karena cinta kepada Tuhan-Nya
Ia bangkit sendirian menatap bintang karena rindu
Kepada-Nya sementara mata Allah memandang dirinya
dengan penuh mesra.

Rasulullah saw. bersabda, "Kebaikan tidak lenyap dan dosa tidak terlupa. Sang Mahakuasa tidaklah fana. Berbuatlah sesukamu, sebab engkau akan mendapat balasan sesuai dengan perbuatanmu."

[Tulisan sebelumnya: Wahai Tawanan Dunia]

============
Mahasuci Allah dari keserupaan Allah dengan segala makhluknya. Wahai saudaraku, janganlah pernah putus asa dengan segala dosa yang pernah engkau lakukan, karena Allah Maha Pengampun. Dia Maha Kasih Sayang kepada hamba-hamba-Nya yang penuh ketulusan hati memohon ampun kepada-Nya. Dan wahai saudaraku sekalian, janganlah kalian membanggakan-banggakan semua amal baik yang kalian lakukan, karena selama hayat dikandung badan perjuangan ke arah yang lebih baik tidak akan pernah usai. Tanamkanlah keikhlasan dan tambahlah ketakwaan. Semoga kita semua menjadi orang yang selamat dan beruntung, di bawah naungan rahmat Allah Swt. Amin.