Postingan

Ahlussunnah Membantah Ibn Taimiyah

Ini adalah buku mengenai bantahan para ulama sunni atau ulama-ulama ahlussunnah wal jama'ah terhadap Ibn Taimiyah.

Perlu diketahui para ulama ahlussunnah menghukumi sesat kepada Ibn Taimiyah karena pandangannya yang banyak bertentangan dengan ijma' atau kesepakatan para ulama. Bahkan karena dia tidak mau bertobat dari kesesatan pendapatnya tersebut, dia dikurung dalam penjara dan meninggal juga masih dalam penjara.

Penasaran...?

Silahkan download buku format pdf-nya di bawah ini, dan temukan kenapa para ulama ahlussunnah menghukumi ibn Taimiyah sebagai orang yang sesat dan menyesatkan.

Link downloadnya ada di bawah, silahkan klik...

Ahlussunnah Membantah Ibn Taimiyah
Terima kasih semoga buku Ahlussunnah Membantah Ibn Taimiyah yang telah Anda download barusan bermanfaat bagi Anda.Oh ya, mungkin Anda juga mau mendownload buku 40 Nasehat Memperbaiki Rumah Tangga. Salam...

Waktu Membayar Zakat Fitrah

Waktu Membayar Zakat Fitrah
Bismillahirrahmanirrahim. Waktu membayar zakat fitrah ada ketentuan tersendiri yang sudah ditentukan syarak.
Dalam hadis sudah diterangkan sebagai berikut:

"Zakat fitrah itu selaku pembersih dari perbuatan sia-sia dan ucapan-ucapan yang kotor dari orang-orang yang berpuasa dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikan sebelum shalat idulfitri, itu adalah zakat fitrah yang diterima. Barangsiapa yang menunaikannya sesudah shalat idulfitri maka itu adalah sedekah dari sedekah-sedekah biasa." (H.R. Abu Dawud dari Ibnu Abbas: 1371 dan Ibnu Majah: !817)

Jelas bagi kita maka batas waktu membayar zakat fitrah itu adalah mulai awal Ramadan sampai pagi hari sebelum dilaksanakannya shalat idulfitri. Maka barangsiapa yang membayar fitrah itu setelah dilaksanakannya shalat idulfitri maka yang dibayarkan itu bukan zakat fitrah, tapi dianggap sebagai sedekah saja, seperti sedekah-sedekah lainnya.

Baca Pengertian, Syarat Wajib dan Rukun Zaka…

Pengertian, Syarat Wajib dan Rukun Zakat Fitrah

Bismillahirrahmanirrahim. Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Dan mereka hanya diperintahkan supaya menyembah Allah dengan tulus ikhlas beragama untuk Allah semata-mata, berdiri lurus menegakkan shalat dan membayar zakat dan itulah agama yang betul”. (Al-Bayyinah, ayat 5)

Imam As-Syafi’i rhm., berkata dalam kitab Al-Umm, Allah ‘Azza wa Jalla menerangkan, bahwa difardlukan atas mereka supaya menyembah Allah dengan tulus ikhlas, beragama untuk Allah semata-mata, menegakkan shalat dan membayar zakat.

Dari Ibnu Umar. Ia berkata, “Rasulullah saw. mewajibkan zakat fitri (berbuka) bulan Ramadan sebanyak satu sa’ (2,5 kg) kurma atau gandum atas tiap-tiap orang muslim merdeka atau hamba, laki-laki atau perempuan.” (Riwayat Bukhari dan Muslim). Dalam hadis Bukhari disebutkan, “Mereka membayar fitrah itu sehari atau dua hari sebelum hari raya.”

Zakat fitrah berupa makanan pokok (di Indonesia, misalnya beras) sebanyak 2,5 kg setiap orang.

1. Pengertian Zakat Fitrah
Dari segi bahasanya, zakat fitrah a…

Zikir dengan Hati dan Lisan

Zikir dengan Hati dan Lisan
Zikir kepada Allah Swt. itu boleh dengan hati dan boleh juga dengan lisan. dan yang paling utama adalah zikir dengan hati dan lisan, artinya zikir tersebut diucapkan dengan lisan lalu dibarengi dengan hati.
Kalau sekiranya, seseorang mau memilih di antara keduanya, lisan dan hati, maka yang lebih afdal di antara keduanya adalah berzikir dengan hati.

Tidak boleh orang meninggalkan zikir lisan dan zikir hati karena takut disangka riya oleh orang lain. Karena zikir itu dilaksanakan niatnya hanya semata-mata karena Allah Swt. Kalau sudah berniat hanya karena Allah, maka janganlah peduli sangkaan seperti itu, toh itu dilakukan bukan karena pamer atau riya, tapi itu menunjukkan kerendahan kita di hadapan Allah Yang Maha Kuasa.

Justeru ditakutkan orang yang meninggalkan beramal karena manusia, malah terperosok ke dalam riya itu. Seperti yang dikatakan oleh Abu Fudhail bi ‘Iyadh, sebagai berikut:

“Tidak beramal lagi karena manusia adalah riya. Beramal karena manus…

Batas Waktu Melakukan Qadha Puasa

Perbedaan Pendapat Ulama Mengenai Waktu Qadha Puasa
Batas waktu melakukan qadha puasa adalah sampai datang bulan puasa berikutnya bagi orang yang mungkin mengqadhanya.

Jika itu tidak dilakukan sampai pada batas waktu tersebut, maka ia wajib mengqadha serta membayar fidyah (memberi makan kepada fakir miskin 3/4 beras atau yang sama dengan itu) sebanyak puasa yang ditinggalkan.

Pendapat di atas di landaskan dari hadis yang diriwayatkan oleh Daruqutni, dari Abu Hurairah ra. Namun Daruqutni sendiri mengatakan bahwa hadis itu lemah, sebenarnya hanya perkataan Abu Hurairah saja.

Kata Imam Saukani, membayar fidyah itu tidak beralasan satu hadis pun dari Rasulullah saw., dan perkataan sahabat tidak dapat menjadi alasan. Jadi, sebenarnya hal (membayar fidyah) itu tidak wajib dilakukan karena tidak ada keterangan yang mewajibkannya.

Orang yang meninggalkan puasa Ramadhan karena uzur diwajibkan segera mengqadha puasanya itu pada hari permulaan kesempatan yang didapatnya sesudah hari raya.

Ulama-…

Wajib Mengqadha Shalat Bagi Yang Sengaja Meninggalkanya

Tentang Kewajiban Mengqadha Shalat Fardhu Bagi yang Meninggalkannya
Penulis kitab Shahih Shifat Shalat an-Nabiy, Syaikh Hasan bin 'Ali As-Saqqaf, dalam kitabnya itu mengatakan:

"Jika ada orang yang tidak melakukan shalat (fardu) atau meninggalkannya karena lupa, tertidur, ataupun disengaja, maka dia (orang itu) wajib mengqadhanya.

Jika dia tidak melakukan shalat itu karena disengaja, maka dia wajib mengqadhanya langsung (begitu dia sadar). Sedang, jika tertinggalnya pelaksanaan shalat itu karena lupa atau tertidur, maka dia wajib mengqadha dan tidak perlu langsung, serta dia tidak berdosa jika mengakhirkan pelaksanaannya."

Beliau mendasarkan ini kepada sabda Nabi Muhammad saw, "Diangkat (dihapus) dari umatku perbuatan salah, lupa, dan yang mereka terpaksa melakukannya." (HR. Ibn Majah dan Ibn Abi 'Ashim).

Syaikh Hasan menjelaskan tentang wajibnya qadha ini adalah merupakan kesepakatan (ijmak) dan didukung oleh beberapa hadis.

Di antaranya adalah hadis yang…

Akhlak Terpuji Terhadap Lingkungan Sosial

Akhlak Terpuji Terhadap Lingkungan Sosial
Manusia adalah makhluk sosial artinya manusia selalu membutuhkan pergaulan dengan manusia lainnya dalam lingkungan sosialnya, karena manusia tidak akan bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa meminta bantuan dari orang lain.

Manusia dalam interaksinya itu, akan banyak berhadapan dengan segala macam karekter dari manusia-manusia lain yang dijumpainya. Ada yang berwatak keras, ada yang lemah lembut, egois, penyabar dan sifat-sifat lainnya. Karena itu di samping keharmonisan, dia juga terkadang akan mendapatkan benturan-benturan dalam pergaulannya itu.

Di dalam lingkungan masyarakat kita, ada norma-norma, aturan-aturan atau undang-undang yang berlaku baik norma hukum maupun norma adat. yang ditujukan untuk menjaga keamanan, ketertiban, kerukunan dan keharmonisan bersama setiap anggota masyarakat.

Karena itu sebagai makhluk sosial, kita dituntut untuk taat dan menjunjung tinggi semua norma, aturan atau undang-undang tadi. Kalau kita mampu menaat…

ETIKA TERHADAP ORANG KAFIR

Etika Terhadap Orang Kafir
Orang Muslim menyakini bahwa seluruh agama adalah batil kecuali agama Islam yang merupakan agama yang benar, dan bahwa semua pemeluk agama adalah kafir, kecuali pemeluk agama Islam karena mereka orang-orang Mukmin, dan orang-orang Muslim, karena dalil-dalil berikut:

Firman Allah Ta'ala,

"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam." (Ali Imran: 19).

Firman Allah Ta'ala,

"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (Ali Imran: 85).

Firman Allah Ta'ala,

"Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai Islam menjadi agama bagi kalian." (Al-Maidah: 3).

Dengan dalil-dalil Ilahi yang benar di atas, orang Muslim mengetahui bahwa semua agama sebelum Islam telah dihapus dengan Islam, dan bahwa Islam adalah se…

Keutamaan dan Manfaat-Manfaat Puasa

Keutamaan Puasa
Keutamaan puasa disaksikan dan diakui hadis-hadis berikut:
Sabda Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam,

"Puasa adalah perisai dari neraka seperti perisai salah seorang dari kalian dari perang." (Diriwayatkan Ahmad dan lain-lain. As-Sayuthi tidak berkomentar apa-apa terhadap hadis ini).

Sabda Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam,

"Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah Azza wa Jalla maka Allah menjauhkan wajahnya dari neraka sejak hari tersebut selama tujuh puluh tahun." (Muttafaq Alaih).

Sabda Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam,

"Sesungguhnya orang yang berpuasa mempunyai doa yang tidak ditolak ketika ia berbuka puasa." (Diriwayatkan Ibnu Majah dan Al-Hakim yang men-shahih-kannya).

Sabda Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam,

"Sesungguhnya di surga terdapat pintu yang bernama Ar-Rayyan, orang-orang yang berpuasa masuk daripadanya pada hari kiamat dan seorang pun selain mereka tidak masuk daripadanya. Dikatakan, 'Ma…

Download Buku : 40 Nasehat Memperbaiki Rumah Tangga

Bagi siapa pun yang kepingin rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah, maka buku 40 Nasehat Memperbaiki Rumah Tangga adalah salah satu buku yang sudah selayaknya untuk dimiliki dan dibaca.

Karena manfaatnya dalam menambah wawasan bagi kaum muslimin yang sudah berumah tangga atau yang akan hendak membentuk sebuah rumah tangga, maka buku ini saya unggah dan dapat anda download secara gratis di Blog Alpansauri ini.

Sebelum mendownload, sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu spesifikisi buku yang akan unduh ini:

Judul Buku:40 Nasehat Memperbaiki Rumah TanggaPenulis:Syaikh Muhammad Shalih Al-MunajjidFormat:PDFJumlah Halaman:35 halamanUkuran:756 kb
Sumber buku Website “Yayasan Al-Sofwa” dan ketentuan menyebarkannya, terdapat pada halaman akhir dari buku ini (silhakan diperhatikan). Untuk menyimpan buku ini, silahkan kelik Link Download di bawah dan anda akan diarahkan ke google drive untuk pratinjau dan mendownload.

Download Ebook
Mengutip perkataan penulis, saya mengatakan se…

Orang-Orang Yang Mendapatkan Keringanan Untuk Tidak Berpuasa

Ini adalah pembahasan bagi orang-orang yang mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa pada bulan puasa ramadhan. Artinya orang-orang tersebut boleh berbuka di saat kaum muslimin yang lain sedang berpuasa.

Orang-orang yang mendapatkan keringanan atau rukshah untuk tidak berpuasa tersebut adalah sebagai berikut:

1. orang yang sakit apabila tidak kuat berpuasa, atau jika berpuasa akan menyebabkan sakitnya tambah parah atau juga dapat melambatkan sembuhnya menurut keterangan dari dokter yang menanganinya.
Orang-orang ini setelah sembuhnya nanti, wajib bagi mereka untuk mengqada puasa yang ditinggalkannya setelah bulan puasa ramadhan lewat.

2. Orang yang dalam perjalanan jauh sekurang-kurangnya sejauh 80,640 km boleh tidak berpuasa atau boleh berbuka, tetapi ia tetap wajib juga mengganti (mengqada) puasa yang ditinggalkannya tersebut.

Firman Allah Swt.:


Artinya: “Barangsiapa sakit atau sedang dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang …

6 Perkara Yang Membatalkan Puasa

Berikut ini terdapat 6 perkara yang membatalkan puasa yang sedang dikerjakan oleh seseorang.


ke-6 perkara yang membatalkan puasa atau shaum itu adalah:

1. Makan dan minum

Orang yang sedang melakukan puasa harus bisa menahan diri dari makan dan minum dari mulai terbitnya fajar (Subuh) hingga terbenamnya matahari (menjelang magrib).

Dalilnya adalah firman Allah Swt. dalam QS. Al-Baqarah: 187, sebagai berikut:

Artinya: "....Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar..."

Namun apabila makan dan minum itu tidak sengaja dilakukannya, misalnya karena lupa sedang berpuasa, maka puasanya tidak batal dan begitu dia ingat sedang berpuasa maka dia harus segera menghentikan makan dan minumnya dan melanjutkan puasanya.

Sabda Rasulullah Saw.:

"Barangsiapa lupa, sedangkan ia dalam keadaan puasa, kemudian ia makan dan minum, maka hendaklah puasanya disempurnakan, karena sesungguhnya Allah-lah yang memberinya makan dan minum." (Riwayat Bukhari dan…

Rukun Puasa Ramadhan dan Puasa Sunat

Rukun Puasa Wajib dan Sunat
Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta sesuatu yang membatalkan selama satu hari penuh mulai dari terbit pajar sampai terbenamnya matahari dengan beberapa syarat tertentu.

Hal ini diterangkan dalam surat al-baqarah ayat 187 yang berbunyi:


Artinya: "....Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar...."

Puasa tidak hanya diwajibkan bagi umat Nabi Muhammad saw. tetapi juga sudah diwajibkan pula bagi umat nabi-nabi terdahulu.

Ini sudah jelas dalam surat al-baqarah: 183:


Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".

Jelas juga tujuan disyariatkannya puasa ini adalah agar orang-orang yang melaksanakannya menjadi semakin bertakwa di sisi Allah Swt.

Adapun rukun-rukun puasa itu, ialah:

1. Niat

Niat adalah bentuk pernyataan pelaksanaan ibadah yang diucapkan baik deng…

PENGERTIAN AKHLAKUL KARIMAH

Pengertian Akhlakul Karimah
Dari segi bahasa Arab, akhlak berasal dari kata خلق (khuluqun) yang mengandung arti budi pekerti, tingkah laku, tabiat, perangai.

Persesuain kata tersebut adalah خلق (khalqun) yang berarti ciptaan, serta erat hubungannya dengan خالق (khooliqun) yang berarti pencipta dan مخلوق (makhluuqun) artinya yang diciptakan.

Perumusan pengertian akhlak timbul sebagai media yang memungkinkan adanya hubungan antara Khalik (Pencipta) dengan makhluk dan antara makhluk dengan makhluk.

Pendapat Imam Alghazali, akhlak adalah sifat yang melekat dalam jiwa seseorang yang menjadikan ia dengan mudah tanpa banyak pertimbangan lagi.

Sedangkan sebagian ulama yang lain mengatakan, akhlak adalah suatu sifat yang tertanam di dalam jiwa seseorang dan sifat itu akan timbul setiap ia bertindak tanpa merasa sulit (timbul dengan mudah) karena sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.

Baca juga Faktor Pembentuk Kepribadian Remaja.
Sedangkan karimah mengandung makna mulia.

Jadi, peng…

Saudaraku Bangunlah dari Lalaimu

Saudaraku, bangunlah dari LalaimuSaudaraku, bangunlah dari lalaimu, sebab kelalaian adalah tidur pulas yang panjang. Bersiap-siaplah untuk akhiratmu, sebab dunia ini hanyalah tempat mampir dari tidur siang.


Dalam riwayat disebutkan bahwa Allah Swt. mewahyukan kepada salah seoran Nabi-Nya,

“Wahai nabi-Ku, sungguh berbeda orang yang bermaksiat dan melaggar perintah-Ku dengan orang yang menghabiskan usia untuk selalu berhubungan dengan-Ku, mengingat-Ku, berada di pintui-Ku, serta membasahi pipinya untuk-Ku. Betapa malunya orang yang berbuat dosa dan betapa menyesalnya orang yang tidak beramal.”

Menyendirilah jika ingin mendekat
Tinggalkanlah manusia jauh disana
Berusahalah memutuskan segala ikatan dalam hidup dengan
menembus hijab yang fana.

Diriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda, “Wahai para sahabatku, tahukan kalian siapa itu orang bangkrut? Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, orang bangkrut, menurut kami, adalah orang yang datang pada Hari Kiamat dengan membawa salat, puasa,…

Bolehkah Beramal Menggunakan Hadis Dhaif

Boleh dan Tidaknya Beramal dengan Mengunakan Hadis Dhaif
Tentang boleh dan tidaknya seorang melakukan amal berdasarkan hadis dhaif maka pada umumnya para ulama membolehkannya untuk fadhilah amal. Hanya saja dalam hal ini ada pula yang berbeda pendapat mengenai masalah ini.


Mereka yang berbeda pendapat dengan yang pertama berpegang pada hadis Imam Bukhari dan Muslim, "Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyediakan tempat duduknya di neraka." Juga dengan hadis di bawah ini.

“Barangsiapa menceritakan sesuatu hal daripadaku, padahal ia tahu bahwa hadits itu bukanlah dariku, maka orang itu termasuk golongan pendusta.” (HR. Muslim).

Dan yang menentang dengan keras pada masa kita sekarang ini juga berpegang kepada pendapat Muhammad Nashiruddin al-Albany, yang diakui sebagai ahli hadis masa sekarang oleh sekelompok tertentu. Dimana dia telah mengatakan, “Pendapat Imam al-Bukhari inilah yang benar dan aku tidak meragukan tentang kebenarannya.” [Tam…

Mengenal Jama'ah Tabligh dan Doktrinnya

Mengenal Jama'ah Tabligh dan DoktrinnyaJama'ah Tabligh pertama kali didirikan di India pada tahun 1926 oleh Syeikh Muhammad Ilyas Kandahlawi yang hidup sekitar tahun 1303-1364 Hijriah atau 1886-1947 M.

Jamaah artinya kelompok dan tabligh artinya menyampaikan. Jadi kurang lebih maksud didirkannya organisasi Jama'ah Islamiyah ini adalah untuk menyampaikan misi dakwah Islam sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad saw. kepada sekelompok anggotanya maupun masyarakat luas. Gerakannya kemudian menyentuh segala lapisan sosial masyarakat, mulai dari kalangan masyarakat bawah sampai kalangan elite.


Kenapa Jama'ah Tabligh ini terbentuk?
Berdirinya kelompok pendakwah ini bermula dari keadaan masyarakat India khususnya Islam yang pada waktu itu masih berada dalam jajahan Inggris berada dalam krisis iman dan kemorosotan moral yang parah.
Kondisi ini dapat dilihat dari bercampur aduknya antara yang haq dan batil, antara keimanan dan kesyirikan, dan antara yang disunnahkan dan yang …

Tujuan Pendidikan Islam

Tulisan atau artikel di bawah dengan judul Tujuan Pendidikan Islam adalah buah karya tulis dari Abdul Jabar Majid, MA. Saya hadirkan bagi anda para pembaca sekalian lebih khusus bagi para pengajar dan pendidik untuk sebagai bahan renungan bersama. Semoga artikel ini bermanfaat adanya bagi kita semua.

Dan bagi penulis saya ucapkan terima kasih dan bersedia mengikhlaskan buah penanya untuk saya posting di blog Alpansauri ini demi kemanfaatannya bagi pendidikan Islam di Indonesia. Semoga jerih payah penulis membuahkan keridhaan di sisi Allah SWT. Amin Yaa Rabbal ‘Alamin.



TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM
Sebuah Renungan Untuk Para Pendidik
Oleh: Abdul Jabar Majid,MA

Pengantar Tujuan Pendidikan Islam
Pendidikan Islam, walaupun mencapai kemajuan dalam bidang sarana, namum kwalitasnya dirasakan belum memenuhi keinginan ummat. Kemerosotan itu disebabkan oleh berbagai faktor, satu diantaranya adalah ketidakfahaman terhadap tujuan Pendidikan Islam.

Sebagian pendidik dan lembaga pendidikan …