Postingan

7 Hikmah Menghadap Kiblat

7 Hikmah Menghadap Kiblat. Dikutip dari buku Rahasia-Rahasia Ibadah karya Syaikh Ali Ahmad al-Jurjawi, hikmah menghadap kiblat dalam melaksanakan salat meliputi tujuh hal.
Pertama, Hikmah menghadap kiblat dimaksudkan untuk menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Sebab, berkat mereka berdua bangunan Ka’bah bisa terwujud. Menghadap Ka’bah jelas akan mengingatkan kita akan jasa-jasa mereka berdua. 

Kedua, seorang Muslim yang menghadapkan dirinya ke Ka’bah. Kemudian hal itu diikuti oleh gerakan seluruh tubuhnya yang juga diorientasikan pada satu titik. Akibatnya, akan tertanam rasa khidmat di dalam dirinya dan imam yang kokoh akan tertancap di dalam hatinya. Ia tak akan terpalingkan dari pintu rahmat-Nya. Ia tak akan terjerumus rasa khidmat ke dalam lembah kebimbangan dan keraguan. Ia hanya melihat cahaya petunjuk dengan mata hatinya. Inilah makna firman Allah : Sesungguhnya aku menghadapkan diriku pada Tuhan Yang telah menciptakan langit dan bumi dengan cende…

Hadis : Amanah Menyerahkan Suatu Urusan Kepada Ahlinya

عن ابى هريرة قال قل رسول الله صلعم اذاضيعت الامانة فانتظرالساعة قاال كيف اضاعتها يارسول الله؟ قال اذا أسندالامر الى غير اهله فانتظراساعة. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah saw., bersabda: “Kalau amanah tidak lagi dipegang teguh, maka tunggulah saat kehancuran.” Ia bertanya: “Bagaimana orang tidak memegang teguh amanah itu , ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Kalau suatu urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancuran.” (HR. Bukhari) Hadis di atas memberikan gambaran yang sangat tegas kepada kita semua, tentang pentingnya suatu pekerjaan itu diserahkan kepada orang yang memiliki keahlian kepada pekerjaan itu. Hal ini sudah sewajarnya, suatu pekerjaan akan berjalan dengan baik dan sukses apabila pekerjaan tersebut dikerjakan oleh ahlinya. Akan berantakan jika dikerjakan oleh orang yang tidak pandai. Amanah ini harus dipegang dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah dan kita semua, baik dia itu orang …

Iman, Islam, dan Ihsan

Dari Umar radhiallahu'anhu dia juga berkata : Ketika kami duduk-duduk di sisi Rasullullah Shallallahu'alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kedua lututnya (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) seraya berkata : "Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?", maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallah : "Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Illah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu", kemudian dia berkata : "anda benar". Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi : &qu…

Hadis : Shalat Yang Tidak Benar

Hadis Rasulullah saw. yang berkenaan dengan orang – salah seorang sahabat – yang tidak benar ketika mendirikan shalat-nya terdapat dalam kitab-kitab sunah yang terkenal.

Kami telah meriwayatkan hadis tersebut dengan isnad kami yang bersambung sampai kepada kedua kitab Sahih Bukhari (II: 277) dan Sahih Muslim (I: 298, no. 397) Imam Bukhari dan Imam Muslim – rahimahumallah ta’ala – mengeluarkan (meriwayatkan) hadis itu melalui jalan Yahya bin Sa’id Al-Qaththan dari Ubaidillah bin Umar, dari Sa’id bin Abu Sa’id dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a.  
Berikut ini isnad kami melalui jalan (sanad) Imam Bukhari – rahimahullah ta’ala. Saya mengatakan, dengan memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala, “Telah meriwayatkan kepadaku Sayyid Al-Imam Al-‘Allamah Al-Mufid, Abu Al-Fadhal, Abdullah bin Al-Shiddiq – Semoga Allah mengangkat derajatnya.”  
Kami meriwayatkan dari Syaikhuna – guru kami – Al-Qadhy Abd. Al-Hafizh Al-Faasy dari Yusuf Al-Suwaidy Al-Baghdady, dari Sayyid Murtadha Al-Zu…

HIKMAH MAKRUHNYA MENGERJAKAN SHALAT DI WAKTU-WAKTU TERTENTU

HIKMAH MAKRUHNYA MENGERJAKAN SHALAT DI WAKTU-WAKTU TERTENTU. Di dalam melaksanakan salat ada waktu-waktu tertentu yang dimakruhkan untuk melaksanakan salat, kecuali salat di Baitul Haram. Waktu-waktu tertentu itu adalah waktu-waktu dimana orang-orang Musyrik menunaikan ibadah mereka. Ini merupakan bentuk pendidikan jiwa dan mentalitas bagi segenap kaum muslimin dan muslimat agar ibadah tidak sekali-kali menyerupai peribadatan orang-orang Musyrik. Karenanya, untuk menghindari keserupaan itu pula, syariat memakruhkan kita salat menghadap tugu atau patung dan semacamnya. Nabi bersabda, "Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka." 
Pemakruhan ini tidak berlaku di Baitul Haram, karena ini merupakan keistimewaan dan pengkhususan baginya. Ketika seorang Muslim berada di sekitarnya, ia terhindar dari menyerupai orang-orang Musyrik maupun Majusi. Sebab, Baitullah (Masjidil Haram) merupakan tempat pertama yang mula-mula dibangun sebagai tempat peri…

Sejarah Dinasti Abbasiyah Bagian 1

Sejarah Dinasti Abbasiyah. Suatu dinasti (Bani Abbasiyah) yang menguasai daulat (negara) Islamiah pada masa klasik dan masa pertengahan islam. Daulat islamiyah ketika itu berada di bawah kekuasaan dinasti ini disebut juga dengan Daulah Abbasiyah. Daulah Abbasiyah adalah daulah yang melanjutkan kekuasaan Daulah Umayyah. Dinamakan daulah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan Abbas (Bani Abbas) paman Nabi Muhammad SAW. Pendiri dinasti ini adalah Abu Abbas As-Saffah. Pada masa pemerintah Daulah Abbasiyah inilah jaman keemasan islam tercapai. 
Sejarah peralihan kekuasaan dari Daulah Umayyah kepada Daulah Abbasiyah bermula ketika Bani Hasyim menuntut kepemimpinan Islam berada ditangan mereka karena mereka adalah keluarga Nabi SAW yang terdekat. Tuntutan itu sebenarnya sudah ada sejak lama, tetapi baru menjelma menjadi gerakan ketika Bani Umayyah naik tahta dengan mengalahkan Ali bin Abi Talib dan bersikap keras kepada Bani Hasyim. 
Propaganda Abb…

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 284

Sungguh kepunyaan Allah-lah seluruh alam beserta segala isinya. Dia menciptakan dan memeliharanya, dan Dia mengetahui segala sesuatu yang terkandung di dalamnya, baik yang tampak maupun yang samar, baik yang zahir maupun yang bathin. Dia lah Allah yang maha mengetahui, termasuk apa yang dilahirkan dan apa yang disembunyikan dalam hati manusia. 
Allah SWT akan memperhitungkan segala niat kita atau apa yang terlintas di dalam hati, baik yang kita lahirkan (tampakkan) maupun yang kita sembunyikan. Tak ada sesuatu pun yang terlewatkan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Hal tersebut sangat jelas diungkapkan dalam firman-Nya pada surahAlbaqarahAyat 284, berikut ini: “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki…

Persiapan Pra Nikah

Persiapan Pra Nikah. Ada beberapa hal yang mesti dipersiapkan oleh para pemuda dan pemudi calon mempelai sebelum memasuki pernikahan untuk menuju kebahagian rumah tangga. Di antaranya, yakni: 
1. Kematangan Emosional Kematangan emosional dimaksudkan untuk melihat dan menilai seseorang apakah ia telah mampu untuk berlepas dari ketergantungan kepada orang-orang yang selama ini menjadi tumpuan dalam hidupnya. Banyak kita jumpai sebuah rumah tangga (yang masih baru) dimana suami dan istri belum bisa mengikat diri dengan kuat. Sang istri merasa lebih terikat dengan kedua orang tuanya. Setiap ada persoalan rumah tangga selalu ia laporkan kepada orang tuanya, butuh apa saja meminta kepada orang tua, padahal semua itu belum ia usahakan untuk diselesaikan dengan suaminya. Demikian pula sang suami yang belum bisa bertanggung jawab penuh terhadap anak dan istrinya. sekedar urusan bayar listrik atau mengantar istri ke rumah sakit saja harus diantar oleh orang tua. Rumah tangga yang seper…

5 Cara Membina Rumah Tangga Muslim

Merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim yang sudah berumah tangga untuk menjaga dan memperhatikan keadaan anggota keluarganya, agar mendapatkan rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah. Berikut ini 5 cara yang seharusnya dilakukan dalam membina rumah tangga muslim.
1. Menjaga diri dan keluarga dari api Neraka jahannam dan selamat dari siksa yang menyala-nyala.
Allah berfirman : 
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan"(At-Tahrim : 6) 2. Besarnya tanggung jawab yang dibebankan terhadap pemimpin rumah di hadapan Allah pada hari perhitungan.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya Allah Ta'ala akan meminta pertanggungjawaban kepada setiap pemimpin atas apa yang dip…