Postingan

Pengertian dan Cara Beristinjak, Adab Buang Air

Pengertian dan Cara Beristinjak, Adab Buang Air
Sebelum kita belajar tentang pengertian dan cara beristinjak, serta ditambahin dengan adab dalam buang air, mari terlebih dahulu kita buka dengan hadis Rasulullah saw. Beliau bersabda:

"Beliau (Rasulullah saw) telah melewati dua buah kuburan, ketika itu beliau bersabda, "Kedua orang yang ada dalam kubur ini disiksa. Seorang disiksa karena mengadu domba orang, dan yang seorang karena tidak mengistinjak kencingnya." (Sepakat ahli hadis) Dari hadis di atas nyata sudah bagi kita bahwa begitu pentingnya istinjak ini karena dia adalah pokok sebelum ibadah dilakukan. Orang yang tidak beristinjak setelah buang air kecil atau besar tidak akan sah salatnya karena dia masih menanggung najis. Dan menjadi sebab orang itu mendapat siksa di alam kubur. Nabi saw Bersabda: "Berhati-hatilah menjaga kesucian dari air kencing, sebab kebanyakan siksa kubur disebabkan olehnya". (Hadis Riwayat Daruqutni) Karena begitu pentingnya masalah ist…

Pengertian Bersuci dan Macam-Macam Alat yang Digunakan

Pengertian Bersuci dan Macam-Macam Alat yang Digunakan Pengertian bersuci Pengertian taharah atau bersuci dalam segi bahasa bermakna bersih dari kotoran. Sedang menurut istilah bersuci berarti membersihkan badan, pakaian dan tempat dari segala bentuk hadas, najis, maupun kotoran.


Bersuci itu kewajiban yang sangat penting dalam Islam, sebab dia merupakan pokok pangkal dari ibadah-ibadah seorang hamba dalam menghubungkan diri kepada khaliqnya.
Nabi kita, Nabi Muhammad saw dalam salah satu sabdanya mengatakan:
"Allah tidak menerima salat seseorang di antara kamu apabila dia berhadas sehingga ia berwudhu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan sebab bersuci, seorang hamba akan mendapatkan mahabbah/cinta Allah. Allah swt telah berfirman:
".....sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai pula orang-orang yang menyucikan diri." (QS. Al Baqarah: 222)
Bila Allah swt menyukai hamba-Nya berarti Dia akan selalu mendengarkan hamba-Nya dan seorang hamba akan merasakan …

Wahai Pendawam Kesalahan dan Kedurhakaan

Wahai Pendawam Kesalahan dan Kedurhakaan
Wahai pendawam kesalahan dan kedurhakaan, pengabai perintah Tuhan, serta pengekor fitnah dan kesesatan, sampai kapankah engkau mau berada dalam kejahatan dan enggan mendekatkan diri kepada Tuhan? 


Engkau mencati sesuatu yang tidak akan kau capai dari dunia ini dan menjaga diri dari azab akhirat dengan sesuatu yang tidak kau miliki. 
Engkau tidak yakin dengan jaminan rezeki Allah dan malah mengingkari perintah-Nya.
Wahai saudaraku, demi Allah, nasihat tidak lagi bermanfaat untukmu. Berbagai kejadian tidak menyadarkanmu. 
Perputaran waktu tidak kau rasakan dan suara kematian tidak terdengar olehmu, seolah-olah engkau, wahai orang malang hidup selamanya dan tidak akan pernah mati.
Demi Allah, orang yang menebus dosa dan takut neraka telah beruntung dan selamat, sedangkan engkau masih sibuk berbuat salah dan dosa.
Kesabaranku berkurang dan layaklah kumeratap Kalbuku menjadi tidak sehat karena dosa Ruhku rusak karena perbuatan maksiat Uban mengabarkan kematia…

Pengertian Najis dan Macam-macamnya

Pengertian Najis dan Macam-macamnyaPengertian Najis dan Jenis Bendanya
Pengertian najis dari segi bahasa berarti kotoran atau hal-hal yang dianggap kotor.
Sementara Sayid Sabiq mendefinisikan najasah atau najis dengan kotoran yang wajib bagi muslim menyucikan dan membersihkannya bila mengenai badan, pakaian, ataupun tempat.


Arti tersebut jika diperluas maka mencakup berbagai jenis kotoran baik yang tampak maupun yang tidak tampak, seperti kotoran hati, yang oleh Alquran sering disebut rijsun. Sebagaimana firman Allah SWT.
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”. (Surat Al Maidah : 90).
Di dalam kitab Fathul Qorib ada dijelaskan:
Najis menurut bahasa adalah sesuatu yang menjijikkan, sedangkan menurut istilah adalah sesuatu yang haram seperti perkara yang berwujud cair (darah, muntah muntahan dan nanah…

Abu Hurairah, Sahabat Nabi Jenius Penghafal Hadis

Abu Hurairah, Sahabat Nabi Jenius Penghafal Hadis
Abu Hurairah merupakan salah seorang sahabat Rasulullah saw yang terkenal kejeniusannya. Keutamaan Abu Hurairah adalah daya ingat dan hafalan beliau yang luar biasa. Apa yang didengarkan olehnya akan langsung terpatri dalam ingatannya hingga dihafalkannya.
Hampir tidak ada satu kata atau satu huruf pun yang terlupakan dari apa yang telah dihafalkannya. Meskipun usia beliau terus menua.
Abu Hurairah ini adalah salah sorang sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis Nabi. Tentang dirinya, Abu Hurairah r.a pernah berkata:
“Aku dibesarkan dalam keadaan yatim, dan pergi hijrah dalam keadaan miskin. Aku menerima upah sebagai pembantu pada Busrah binti Ghazwan demi untuk mengisi perutku ! Akulah yang melayani keluarga itu apabila mereka sedang menetap dan menuntun binatang tunggangannya saat sedang berpergian.
Sekarang inilah aku, Allah telah menikahkanku dengan putri Busrah, maka segala puji bagi Allah yang telah menjadikan agama ini tiang peneg…

Cerita Dzu Alnun Almishri

Cerita Dzu Alnun Almishri
Wahai saudaraku, sampai kapankah engkau menunda amal, larut dalam angan, terlena oleh kelapangan, dan lalai akan serangan ajal?


Apa yang kalian lahirkan akan kembali ke tanah
Apa yang kalian bangun akan runtuh
Apa yang kalian kumpulkan akan musnah
Apa yang kalian kerjakan tercatat dan akan ditanyakan pada Hari Perhitungan.
Seandainya, bila mati, kita dicampakkan kematian adalah rehat bagi yang bernyawa
Namun, jika mati, kita akan dibangkitkan kemudian ditanyai tentang segalanya.
Diriwayatkan bahwa ‘Umar ibn al Khaththab r.a. berkata :
Janganlah kalian terlena oleh firman Allah : “Barang siapa melakukan amal baik, ia mendapat sepuluh kali lipatnya dan barang siapa melakukan amal buruk, ia mendapat semisalnya.”
Meskipun hanya berbalas satu, amal buruk diiringi oleh sepuluh hal tercela:
1. membuat Allah murka padahal Dialah penguasa diri pelaku;
2. membuat Iblis senang;
3. menjauhi surga;
4. mendekati neraka;
5. menyakiti sesuatu yang paling dicinta, yaitu diri sendiri;
6. meng…