USAHA MENGHILANGKAN PENYAKIT DENGKI DARI DALAM HATI

USAHA MENGHILANGKAN PENYAKIT DENGKI DARI DALAM HATI
Usaha Menghilangkan Penyakit Dengki Dari Dalam Hati. Dengki atau hasud merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Usaha menghilangkannya merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditunda kalau Anda memiliki penyakit dengki ini. Setiap penyakit hati itu tidak mungkin dapat disembuhkan melainkan dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan amal perbuatan yang nyata. 


Ilmu yang bermanfaat untuk menghilangkan penyakit hasud ini adalah menyadari betul bahwa dengki adalah bahaya dan pembawa bencana yang sangat besar pada dirimu baik di dunia atau di akhirat, baik yang mengenai urusan keagamaan atau lainnya. Sadari pula bahwa sebenarnya orang-orang yang dihasudi itu tidak akan memperoleh bahaya sama sekali baik yang langsung mengenai dunia dan akhiratnya ataupun yang berhubungan dengan keagamaan atau lainnya. Bahkan sebaliknya yaitu bahwa yang dihasudi itu dapat mengambil kemanfaatnya. Jikalau yang sedemikian ini telah diketahui, dirasakan sedalam-dalamnya dan diteliti dengan penuh perhatiaan, pastilah sifat kedengkian itu akan kita usir dari dalam kalbu. Asalkan kita memahami benar-benar bahwa kita tidak ingin menjadi musuh dari diri kita sendiri dan tidak ingin menjadi sahabat dari musuh kita. tentulah kedengkian itu dapat kita lenyapkan sama sekali. INGATLAH JIKA ENGKAU BERHATI DENGKI KEPADA ORANG LAIN, MAKA ITU ARTINYA ENGKAU ADALAH MERUPAKAN MUSUH DARI DIRIMU SENDIRI DAN MERUPAKAN SAHABAT BAIK DARI MUSUHMU! 

Dengki akan membuat si pedengki akan merasakan sakitnya, sakit di dunia ini yang tidak dapat dlihat dengan mata. Si hasad sendirilah yang sebenarnya tersiksa dengan kedengkiannya sendiri. Si pedengki akan selalu merasa bersusah hati, mendongkol dan marah, sebab tentu saja orang yang didengkinya itu tidak sunyi dari kenikmatan-kenikmatan yang akan dilimpahkan oleh Allah SWT kepadanya. 

Lebih hebat lagi bagi orang yang hasud itu, ternyata dia sendiri yang tertimpa malapetaka, bukan orang yang didengkinya. Maka dia akan merasa sangat tertekan batinnya bahwa dia merasa musuhnya bergembira sebab kemalangan yang dideritanya itu. Anggapannya ini karena dia mengira musuhnya menghendaki demikian sebagaimana dia menghendaki kemalangan dan penderitaan atas musuhnya itu. Sangat menyedihkan sekali bukan? 

Jikalau kita mempercayai hari ba'ats dan hisab, tentulah kita akan ketakutan untuk berhati dengki itu. Bukankah kita tahu betapa besar dan pedihnya siksa Allah Ta'ala yang akan kita terima nanti di akhirat dengan sebab kedengkian kita. Oleh sebab itu alangkah ajaibnya kelakuan seseorang yang menyediakan dirinya utuk memperoleh kemurkaan Allah Ta'ala sedang tidak ada kemanfaatan apapun yang dicapainya. Bahkan sebaliknya yang ada, yaitu bahaya dan bencana sajalah yang akan ditanggung olehnya, kesakitan yang akan ditemuinya dan akhirnya rusak binasalah agama dan keduniaannya tanpa faidah dan tidak berguna sama sekali. 

Di samping dengan pengetahuan, penyakit dengki dari dalam hati itu juga harus dilakukan dengan bersungguh mengerjakan amal kelakuan yang bermanfaat. Kerjakanlah hal-hal yang merupakan lawannya, ini berarti menangkis hal-hal yang menyebabkan kedengkian itu. Obat yang paling baik adalah obat yang merupakan lawan dari penyakit itu. Oleh sebab itu penyakit dengkin hendaknya dengan jalan bertawadlu' kepada orang yang dihasudi, menyatakan pujian dan kegembiraan serta menunjukkan kesukacitaan kepadanya atas kenikmatan yang diperolehnya. Dengan demikian hati yang semula menjauh akan berganti menjadi erat dan rukun kembali, masing-masing fihak saling cinta-mencintai. Dengan terlaksananya ini pasti akan terlepaslah hati seseorang yang asalnya sakit dan susah. Kesakitan dari kedengkian itu akan berganti menjadi kegembiraan sebab telah bertaubat kembali, sedang kesusahan dari kebencian berganti pula menjadi kecintaan yang meluap-luap.

Mari baca juga : 8 Macam Bencana Akibat Dengki.

Demikian caranya mengobati hati dari sifat kedengkian. Semoga usaha menghilangkan penyakit dengki dari dalam hati kita senantiasa dapat kita lakukan berkat pertolongan Allah Swt dan semoga pembaca sekalian dapat mengambil hikmahnya. Amin.


Komentar