Postingan

HUBUNGAN ALQURAN DAN KEMAJUAN IPTEK MODERN

Hubungan Alquran dan kemajuan IPTEK Modern
Beberapa orang yang masih dangkal pemahaman keislamannya menganggap alquran itu tidak lebih dari sekedar buku yang cukup hanya dibaca saja untuk mendapatkan pahala membacanya. 

Alquran bukanlah solusi untuk pemecahan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Tidak dapat dikonfrontasikan dengan penemuan dan pengetahuan modern, karena hal itu sia-sia dan menghabiskan waktu. 

Demikianlah kata “si penentang itu” yang menganggap hukum manusia di atas segala-galanya, bahkan lebih rasional dari hukum Tuhan.

Ketahuilah, anggapan yang demikian itu salah dan sangat keliru. Bukalah alquran dan telitilah kandungan ayat demi ayatnya, niscaya engkau akan menemukan bahwa alquran itu sangat logis dan rasional. 

Segala problema hidup, tidak hanya dari sudut rohani saja – semua ada solusinya yang terbaik di dalam alqur'an.

Dalil-Dalil Alquran Tentang Keutamaan Ilmu
Mari kita lihat beberapa dalil, bahwa anggapan orang-orang tersebu…

Perilaku yang Mencerminkan Keimanan Kepada Qadha dan Qadar serta Manfaat Mengimani keduanya

Perilaku yang Mencerminkan Keimanan Kepada Qadha dan Qadar Serta Manfaat Mengimani keduanya
Percaya adanya qadha dan qadar Allah swt. merupakan bentuk keimanan seorang Muslim terhadap salah satu dari rukun iman yang lima.


Perilaku yang Mencerminkan Keimanan Kepada Qaha dan Qadar
Kemudian keimanan yang sudah kita yakini, haruslah dapat kita buktikan dalam setiap aktifitas kehidupan sehari-hari. Ini adalah bentuk pengamalan dari keyakinan itu. Jadi tidak hanya diucapkan atau dihayati saja.

Berikut ini beberapa bentuk bukti keimanan terhadap qadha dan qadar Allah swt. yaitu:

a. Berjiwa qana’ah yakni sikap rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang.

b. Berani menghadapi persoalan hidup karena yakin semua yang dialami adalah ujian dari Allah swt.

c. Senantiasa berprasangka baik kepada Allah swt ketika menghadapi kesulitan hidup.

d. Memiliki keberanian dalam berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan karena yakin…

Siapa Sajakah Wali Allah itu dan Keutamaan Mereka?

Siapakah Para Wali Allah itu dan Keutamaan Mereka?
Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang beliau riwayatkan dari Allah Azza wa Jalla yang berfirman,

من عادى لى وليا فقد اذنته بااحرب, وما تقرب الي عبدي بشيء احب الي مماافترضته عليه, وما يزال عبدى يتقرب الي بالنوافل حتى احبه, فءذا أحبته كنت سمعه الذي يبصر به, ويده التي يبطش بها, ورجله التي يمشي بها, وان سألني لأعطينه, و لءن استعاذني لأعيذنه
(Man ‘aadaa lii wa liyyan faqod aadzantuhu bilharbi, wa maa taqorraba ilaiya ‘abdii bisyai-in ahabba ilaiya mimmaftaradhtuhu ‘alaihi, wa maa yazaalu ‘abdii yataqorrabu ilaiya binnawaafili hattaa uhibbahu, faidzaa ahbabtuhu kuntu syam’ahulladzii yasma’u bihi, wa basharahulladzi yubshiru bihi, wayadahullatii yabthisyu bihaa, wa rijlahullatii yamsyii bihaa, wa in sa-alanii la’ukthiyannahu, wa la-inista’adzanii la-u’iidzannahu).

Artinya: “Siapa memusuhi wali-Ku, Aku mengumumkan perang terhadapnya. Hamba-Ku tidak mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku cintai daripada apa yang A…

NIAT DALAM SHALAT

NIAT DALAM SHALAT
Dalam shalat, niat merupakan salah satu rukun baik pada shalat fardlu maupun dalam shalat sunah.
Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya (semua) perbuatan (amal) itu sangat bergantung (kesahihannya dan kesempurnaannya) kepada niat. Dan sesungguhnya setiap orang hanya akan mendapatkan sesuatu yang (sesuai) dengan niatnya......" (HR. Imam Bukhari, hadis sahih).

Niat harus dihadirkan atau dicangkam dalam hati bersamaan dengan Takbiratul Ihram. Menurut pendapat tiga Imam Madzhab lain, boleh mendahulukan niat atas takbir dalam selang waktu yang pendek.


Sangat penting untuk diketahui, setiap orang yang hendak mengerjakan shalat, wajib memperhatikan kesucian tubuh, pakaian dan tempat shalatnya (dikerjakan dalam keadaan suci), sudah masuk waktu (untuk shalat fardlu) dan menghadap kiblat. Kemudian melakukan niat shalat yang hendak dikerjakannya itu dan mengucapkan takbir.
Kalau salah satu dari hal-hal tadi yang kita sebutkan tidak dilakukan, niscaya tidak memadai a…

Ciri-ciri Orang Yang Beriman Kepada Qadha dan Qadar

Ciri-ciri Orang Yang Beriman Kepada Qadha dan Qadar
Apa saja ciri-ciri perilaku orang yang beriman kapada qada dan qadar ?

Berikut adalah jawabannya.



1. Senantiasa melakukan ikhtiar untuk meraih keberhasilan
Ikhtiar adalah segala upaya seseorang untuk meraih atau menggapai sesuati, atau ke arah hidup yang lebih baik.
Adanya takdir tidak membuat mereka malas berusaha, justeru membuat mereka semakin bersemangat.
Memang ada takdir yang sifatnya tetap dan sudah pasti, seperti kematian seseorang, namun ada pula takdir yang dapat diubah dengan cara ikhtiar dan doa , seperti prestasi dan kekayaan.
2. Senantiasa tawakkal kepada Allah swt.
Tawakkal setelah ikhtiar dilakukan dengan baik atau semaksimal mungkin.
Sikap tawakkal merupakan kesadaran diri bahwa apapun upaya yang kita lakukan maka hasilnya adalah terserah kepada keputusan Allah swt.
Manusia harus betul-betul sadar akan kelemahan dan keterbatasan dirinya dan adalah dia harus yakin bahwa apa pun hasilnya semata-mata atas kehendak Allah S…

Ikatlah Jiwa dengan Kendali

Ikatlah Jiwa dengan KendaliWahai saudaraku,ikatlah jiwa dengan kendali, jauhkan hati dari dosa, dan bacalah lembar pelajaran dengan lisan pemahaman! Wahai pengabai ajal dan pengedepan angan, wahai pemberani dalam berbuat jahat! Sadarlah , wahai pelelap! 
Betapa banyak tahun yang kausia-siakan. Seluruh mimpi yang tak nyata. Tua, tetapo akalmu seperti anak kecil. Tidakkah kau mengerti, penakluk nafsulah pemberani sejati. Kelalaian telah memuncak dan bencana semakin dekat. Inna lillah wa inna raji’un.
Suatu ketika Nabi Isa a.s. melewati sebuah kampung dan mendapati semua penduduknya mati berserakan di tanah. Ia terkejut lalu berkata, “Wahai para hawari, mereka mati dalam kondisi marah dan murka. Seandainya mereka mati dalam keadaan rida kepada Allah, tentu mereka saling menguburkan.” 
Para hawari bertanya, “Wahai Ruhullah, kami ingin mengetahui kabar dan keadaan mereka.” Nabi Isa a.s. lalu berdoa kepada Allah Swt. dan mendapat wahyu: “Bila malam telah tiba, panggillah mereka! Me…