Mengapa Mengantuk Padahal Kalian Terjaga?

Mengapa Mengantuk Padahal Kalian Terjaga?
Saudara-saudaraku, mengapa mengantuk padahal kalian terjaga? Mengapa ragu padahal kalian melihat? Mengapa lalai padahal kalian telah bersaksi? Mengapa linglung padahal kalian sadar? Mengapa diam padahal kalian akan ditutut? Mengapa menetap padahal kalian pasti pergi? Bukankah sudah waktu bagi para petidur untuk bangun? Bukankah telah tiba saatnya bagi para pelalai untuk mengambil pelajaran?

Ketahuilah, seluruh manusia di dunia ini sedang dalam perjalanan. Karena itu, berbuatlah untuk dirimu agar kau selamat dari neraka pada Hari Kebangkitan.

Telah tiba saatnya untuk pergi, maka berhati-hatilah dan
waspadailah segala
Jangan terlena dengan hari ini atau hari esok
Betapa banyak orang terlena jatuh dalam bahaya.

Al-Junaid berkata, "Al-Sari al-Saqathi r.a. selalu sibuk beribadah. Saking sibuknya, ia tidak sempat mengulang bacaan wirid yang terlewatkan."

Demikian pula 'Umar ibn al-Khattab r.a. Tidak ada waktu tidur baginya. Ketika ia terlihat mengantuk saat duduk, seseorang pernah bertanya, "Wahai Amirul mukminin, anda tidak tidur?" Ia menjawab, "Bagaimana aku bisa tidur? Jika tidur siang, aku mengabaikan hak umat, dan jika tidur malam, aku mengabaikan jatahku dari Allah Swt."

Al- Junayd r.a. bertutur, "Aku tidak pernah melihat orang yang lebih tekun beribadah daripada al-Sari al-Saqathi. Selama 78 tahun ia sama sekali tak terlihat berbaring kecuali saat mati." Tuturnya pula, "Aku mendengar al-Sari al-Saqathi r.a. berujar, 'Kalaulah bukan untuk salat Jumat dan salat berjamaah, aku tidak keluar dari rumah. Aku akan terus berada di rumah sampai meninggal dunia."'

Abu Bakr al-Shaydalani menuturkan cerita Sulaiman ibn Manshur ibn 'Ammar:

Aku bertemu ayah dalam mimpi. Aku bertanya, "Apakah yang dilakukan Tuhan kepadamu, Yah?" Ia menjawab, "Tuhan mendekatkanku dan berkata, 'Wahai  Syekh yang banyak berbuat buruk, tahukah kamu mengapa Aku mengampunimu?' Tidak, wahai Tuhan,' jawabku. Tuhan menerangkan, 'Engkau pernah duduk dan berbicara di tengah-tengah manusia hingga mereka menangis. Di antara mereka, ada hamba-Ku yang menangis, padahal sebelumnya ia tidak pernah menangis karena takut kepada-Ku. Atas tangisnya itu Aku memberikan ampunan. Aku memberikannya kepada segenap jamaah yang hadir di majelis. Engkau termasuk di antara mereka.'"


Sebelum kita mengakhiri bagian ini, kita kutip kembali paragraf pertama di atas: mengapa mengantuk padahal kalian terjaga? Mengapa ragu padahal kalian melihat? Mengapa lalai padahal kalian telah bersaksi? Mengapa linglung padahal kalian sadar? Mengapa diam padahal kalian akan ditutut? Mengapa menetap padahal kalian pasti pergi? Bukankah sudah waktu bagi para petidur untuk bangun? Bukankah telah tiba saatnya bagi para pelalai untuk mengambil pelajaran? Bersegeralah untuk mendekat kepada Allah Swt. Jangan biarkan diri terlena dalam kemalasan, tapi sadar dan berbuatlah apa yang bisa kamu perbuat untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah dan bersegeralah untuk mendapatkan ampunan-Nya.



Komentar