Membaca Alfatihah, Zikir dan Doa Untuk Orang yang Meninggal

Pertanyaan: Bagaimana hukum membaca alfatihah, zikir dan doa untuk orang yang sudah meninggal dunia, karena kata sebagian orang itu adalah bid'ah dan tidak sampai pahalanya kepada yang meninggal?

Jawaban:

Membaca al-fatihah, zikir, dan doa bagi orang yang sudah meninggal dunia menurut ahlussunnah wal jamaah adalah sampai dan bermanfaat untuk orang yang sudah meninggal dunia. Hal ini didasarkan kepada nas-nas al-Qur'an dan Hadis dari Rasulullah saw. di antaranya:

والذين جاءوامن بعد هم يقولون ربنااغفرلنا ولاءخونناالذين سبقونا با لاءيمان

Walladziina jaa-uu min ba'dihim yakuuluuna Rabbanagfirlanaa wa li-ikhwanina alladziina sabaquunaa bil iimann.

Artinya: "Dan orang-orang yang datang setelah mereka, berkata: Yaa Tuhan kami, ampunilah kami dan ampunilah saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan beriman." (QS. Al-Hasyr 59: 10)

Dalam ayat ini jelas disebutkan bahwa memohonkan ampun bagi orang-orang yang mendahului kita yaitu umat sebelum umat Nabi Muhammad yang mereka semua sudah meninggal dunia, dan hubungan orang mukmin dengan orang mukmin tidak putus dari Dunia sampai Akherat.

واستغفر لذنبك وللموْمنين والموْمنت

Wastagir lidzanbika walilmukminiina wal mukminaat

Artinya: "Dan mintalah engkau ampun (Muhammad) untuk dosamu dan dosa-dosa mu'min laki-laki dan perempuan." (QS. Muhammad 47: 19)

Sedangkan sabda Rasulullah saw.:

"Bertanya seorang laki-laki kepada Rasulullah saw.: Yaa Rasulullah sesungguhnya ibu saya sudah mati, apakah berguna bagi saya, seandainya saya bersedekah untuknya? Rasulullah menjawab: Ya berguna untuk ibumu." (HR. Abu Dawud)

Dan masih banyak pula dalil-dalil yang memperkuat bahwa orang mati masih mendapat manfaat doa dan amal perbuatan yang baik dari orang lain. (DR. TGH. Salimul Jihad)


Komentar