PENGERTIAN NIFAK DAN CIRI-CIRINYA

PENGERTIAN NIFAK DAN CIRI-CIRINYA

PENGERTIAN NIFAK DAN CIRI-CIRINYA


Pengertian nifak akan kita tinjau dari dua segi yaitu yang pertama dari segi bahasa dan yang kedua dari segi istilah yang digunakan dalam agama.

Yang pertama dari segi bahasa, kata nifak bermakna berpura-pura dan

Yang kedua dari segi istilah berarti sikap seseorang yang tidak menentu, berbuat tidak sesuai dengan ucapannya, atau mengucapkan yang tidak sesuai dengan apa yang ada di pikirannya.

Lihat juga: Pengertian Takdir Mubram.

Sedang pelaku nifak ini disebut dengan munafik.

Munafik adalah orang yang mengaku beriman tapi hatinya menolak.

Orang munafik ini berbuat demikian tujuannya untuk mengelabui orang lain dan mencari pujian orang lain.

Dulu pada zaman Rasulullah, banyak kaum munafikun disekeliling beliau. Mereka pura-pura shaleh, taat dan tunduk kepada Allah dan Rasul seperti para sahabat yang lain. Tapi ternyata sikap orang munafik itu hanya ada di kulit saja dan di hatinya mereka sangat membenci dan memusuhi Rasulullah dan kaum beriman.

Banyak ayat di dalam Alquran yang membicarakan orang-orang munafik ini.

Di antaranya firman Allah swt. dalam Surat Al-Baqarah ayat 14 berikut.

Artinya: “Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang beriman, mereka berkata: “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka telah kembali kepada setan-setan (pemimpin) mereka, mereka berkata: “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.” (QS. Al-Baqarah: 14).

Ciri-Ciri Sifat Nifak


Untuk mengenal nifak ini lebih lanjut, silahkan Anda lihat beberpa ciri dan sifat nifak tersebut.

1. Beriman hanya di mulut (lisan) saja, tapi hati dan perbuatannya mengingkari.

Artinya hati dan perbuatannya tidak menunjukkan keimanannya.

Lihat firman Allah Ta’ala berikut ini:

“Di antara manusia ada yang mengatakan kami beriman kepada Allah dan hari kemudian, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.” (Albaqarah: 8).

Dalam dalam Surat Al-Munafikun ayat 1 – 3 di bawah:

“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu mereka berkata, “Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar rasul-Nya, dan Allah ,mengetahi bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benara-benar orang pendusta (ayat 1).

“Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai persai lalu menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka telah kerjakan. (ayat 2).

Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat mengerti.” Ayat 3).

2. Doyan berdusta, mengingkari janji yang telah dibuat dan sering berkhianat ketika mendapat kepercayaan.

Hal ini telah diungkapkan oleh Nabi Muhammad saw. dalam sabda beliau:

“Tanda-tanda munafik ada tiga macam, apabila berbicara dusta, apabila berjanji ingkar, dan apabila dipercaya khianat.” (HR. Bukhari).

3. Teriak-teriak ketika bertengkar sambil mengucapkan kata-kata buruk.

Nabi saw. bersabda:

“Dan apabila bertengkar maka ia curang.” (HR. Bukahri).

4. Suka memutarbalikkan keadaan dan berbohong.

5. Tidak konsekuen dan mudah memberikan janji tanpa berpikir matang.

Contoh-contoh yang dikategorikan sikap munafik


Ngakunya beragama Islam dan beriman, tapi tidak mengerjakan rukun Islam dan rukun iman.

Tidak menjalankan amanah yang diberikan kepadanya. Seperti perbuatan seorang siswa yang diberikan uang spp oleh ayahnya, tapi dihabiskan untuk uang jajan.

Pemimpin yang berjanji kepada rakyat ketika Pilkada, tetapi begitu terpilih dia tidak melaksanakan janji-janjinya kepada rakyat yang telah memilihnya.

Jelas sekali sikap munafik ini sangat dibenci oleh Allah, rasul-Nya dan semua orang. Karena itu dia termasuk dosa besar dan ancamannya kekal di neraka jika orang munafik itu tidak segera bertobat dan menghentikan perbuatannya itu.

Nifak itu identik dengan berdusta, dan Islam memerintahkan kita menjauhinnya dan juga menghindari orang-orang yang memiliki kebiasaan demikian. Karena sikap buruk itu bagaikan api yang melalap daun kering. Cepat sekali mempengaruhi.

Untuk melawan sikap nifak ini, Islam menekankan pada kaum muslimin dan muslimat untuk selalu berkata benar dan jujur.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (Al-Ahzab: 70).

Sedangkan dalam hadits disebutkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan (ketataatan) dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan seseorang membiasakan dirinya berkata jujur sehingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan dusta membawa kepada kemaksiatan sdangkan kemaksiatan membawa ke neraka. Dan seorang suka berdusta hingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (Bukhari dan Muslim).

Orang yang selalu membiasakan diri bersikap nifak akan membawa kerugian bagi dirinya sendiri dan orang lain, lebih-lebih orang-orang yang ada hubungan dengan dirinya.

Berikut ini adalah dampak buruk yang akan diterima oleh diri pribadi pelaku:

Tercela di hadpan Allah dan manusia.

Dicap tukang pembohong dan akhirnya tidak ada yang percaya lagi sama dia.

Dikucilkan masyarakat atau tidak ada yang mau bergaul dengannya.

Menyebabkan rizki tersendat dan sempit.

Dihantui perasaan was-was dan tidak tenang dalam hidupnya.

Ditempatkan dalam neraka, tanpa seorangpun dapat menolongnya.

“Sungguh orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan palig bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (An-Nisa’: 145).

Sedangkan akibatnya bagi orang lain, di antaranya adalah:

Menimbulkan fitnah yang dapat merugikan orang lain.

Mempermalukan keluarga dan masyarakat karena prilakunya yang tidak terpuji.

Menimbulkan perselisihan dan memutus tali silaturrahmi.

Karena itu hindarilah diri dari perbuatan nifak dan jauhilah orang yang berbuat nifak itu!

Bagaimana cara untuk menghindari diri dari sikap nifak?


Untuk menghindari diri dari perbuatan tercela itu, di samping kita selalu taat pada Allah dan Rasul-Nya, hendaklah kita selalu berupaya membiasakan diri dengan hal-hal berikut ini.

Sadar akan betapa buruknya sikap ini dan larangan agama terhadapnya.

Menyadari kerugian yang ditimbulkan nifak bagi diri sendiri dan orang lain.

Menyakini bahwa nifak bertentangan dengan hati nurani manusia.

Yakin bahwa kejujuran dapat menenteramkan hati dan senantiasa disukai dalam pergaulan.

Baca artikel sebelumnya: PENGERTIAN AKIDAH ISLAM.

Disqus Comments