Bagaimana Menghadapi aliran Sekuler dan Liberal?

Bagaimana Menghadapi aliran Sekuler dan Liberal?


Aliran sekuler dan aliran liberalis merupakan dua aliran yang sudah jelas bersimpangan dengan segala ajaran agama.

Sekularisme merupakan faham yang memisahkan antara urusan agama dan dunia/negara.

sedangkan..

Liberalisme adalah aliran yang memberikan kebebasan pada siapa saja untuk melakukan penafsiran terhadap ajaran-ajaran agama.

Di Indonesia tentu saja yang diserang oleh kedua aliran ini lebih banyak mengarah ke Islam sebagai sebagai agama mayoritas.

Baca artikel kami berikutnya : Tanya Jawab Islam.

Sekularisme dan liberalisme adalah dua aliran yang tumbuh dan berkembang di barat kemudian meluas ke seluruhan belahan dunia, termasuk Indonesia.

Kedua aliran ini pada awalnya muncul sebagai gerakan perlawanan kelompok ilmuwan terhadap pendeta-pendeta Nasrani yang selama ini mengklaim kebenaran hanya milik mereka, termasuk dalam masalah-masalah ilmu pengetahuan dan negara.

Padahal menurut para ilmuwan tadi, pandangan para pendeta ini seringkali dan lebih banyak tidak sesuai dengan kenyataan dan ilmu pengetahuan.

Karena itu muncullah ajakan untuk melakukan pemisahan antara tanggung jawab gereja dengan kenegaraan atau masalah-masalah keduniaan.

Gereja dan para pendetanya lebih baik mengurusi agama saja yang mereka pahami sebagai ajaran tentang ibadah dan akhirat.

sementara..

Tanggung jawab mengenai keduniaan termasuk negara dan ilmu pengetahuan menjadi wilayah raja dan ilmuwan saja.

Inilah yang kemudian dikenal di Barat sebagai sekulerisme.

Bagaimana dengan di dunia Islam?

Paham dan aliran sekuler dalam Islam wajib hukumnya ditentang dengan sekuat daya upaya yang kita miliki.

Kenapa….?

Jika agama (Islam) dan urusan keduniaan termasuk negara dan ilmu pengetahuan dipisahkan maka tujuan Islam akan terpotong-potong dan hal ini tidak bisa dibenarkan.

Islam tidak pernah dan tidak akan ada ajarannya yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan yang benar.

Untuk hal ini, banyak sudah para ilmuwan dunia yang mengkajinya, sehingga banyak dari ilmuwan itu kemudian mendapat hidayah dan menganut Islam, seperti Maurice Buccaili, ahli bedah Prancis yang kemudian akhirnya masuk Islam.

Kembali lagi ke paragraf sebelumnya..

Islam tidak hanya mengurus masalah ibadah saja, tetapi juga ajaran yang mengajarkan tentang kehidupan dunia dan ketatanegaraan.

sebab…

Agama Islam adalah satu kesatuan yang semua ajarannya harus dipahami dan diamalkan secara utuh, baik itu yang berkaitan dengan ibadah/akhirat maupun yang berkaitan dengan keduniaan/negara, karena keduanya saling berkait.

Sedangkan liberalisme harus di tentang….

karena paham liberal ini mengajarkan kebebasan tanpa batas, sehingga mengarahkan kepada menihilkan ajaran agama yang dari Allah swt.

Jika orang bisa melaksanakan agama sesuai dengan pikirannya saja maka kacaulah agama. Al-Qur’an bisa diabaikan kalau bertentangan dengan hasil pikiran manusia.

Memang, Islam sangat menghargai dan memuliakan kemampuan berpikir manusia.

Bahkan banyak terdapat di dalam Alqur’an dan hadits yang menegaskan secara nyata kelebihan dan kemuliaan orang berilmu jauh di atas orang-orang yang tidak berilmu.

Tetapi haruslah diingat kemampuan berpikir manusia ada batasnya.

Banyak hal yang manusia tidak bisa ketahui dan fahami, termasuk ajaran-ajaran dalam Islam, ada yang dapat dijangkau oleh akal pikiran manusia dan ada juga yang tidak.

Karena itu maka akal pikiran dapat dipergunakan dalam Islam pada persoalan-persoalan yang berkaitan dengan keduniaan dan kemasyarakatan.

Sedangkan,

ajaran yang berkaitan dengan keimanan dan ibadah menjadi wilayah yang tidak harus sesuai dengan logika pikiran manusia yang terbatas.

Kebebasan yang bisa dibenarkan hanya kebebasan yang terikat dengan kaidah-kaidah prinsip-prinsip Islam.

Menghadapi sekulerisme dan liberalisme adalah dengan cara meningkatkan pemahaman keislaman kita sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah saw dan Imam-imam Mujtahid.

Serta selalu terus meningkatkan persatuan dan kesatuan umat Islam.

Tetaplah kita ingat dan waspada!

Aliran sekuler dan liberal merupakan agenda musuh-musuh Islam untuk menjauhkan kita dari ajaran Rasulullah saw dan Imam-imam Mujtahid.

Jauhkan saling menyalahkan hanya karena adanya perbedaan dan pandangan dalam masalah furu’iyah/fiqh.

Baca juga artikel ini 5 Cara Menghadapi Wahabi.

Bangun kerja sama dalam hal-hal yang kita sepakati dan mari kita saling menghormati pada masalah-masalah furu’iyah/fiqh.

Wallahu a’lam.