Aliran Sesat Ahmadiyah 2

Aliran Sesat Ahmadiyah 2

Kembali ke soal kitabTazkirah yang diyakini sebagai kitab samawi oleh orang-orang tersesat ini. Kitab ini tiada lain isinya banyak meniru-meniru alias mambajak ayat-ayat yang terdapat dalam kitab samawi yang orisinil yakni kitab suci Al-Qur’an. Umpamanya, ketika mereka membicarakan kenabian dan kerasulan, nabi palsu mereka. Mereka akan mengutipnya dari Tazkirah, yang artinya, “Dialah tuhan yang mengutus rasulnya “Mirza Ghulam Ahmad” dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya atas segala agama-agama semuanya.” (Tazkirah hal. 621).

Berdasarkan "ayat" kitab suci Ahmadiyah "Tadzkirah," bahwa tugas dan fungsi Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul yang dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Al-Qur'an, dibatalkan dan diganti oleh "nabi" orang Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad.

Beberapa contoh ayat-ayat lain yang dibajak adalah:


Firman "tuhan" dalam kitab suci "Tadzikrah":
"Sesungguhnya kami telah menurunkan kitab suci "Tadzkirah" ini dekat dengan Qodian-India. Dan dengan kebenaran kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun." (hal. 637)


Firman "tuhan" dalam kitab suci "Tadzikrah":
"Katakanlah wahai Mirza Ghulam Ahmad-"Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku." (hal. 630)


Firman "tuhan" dalam kitab suci "Tadzikrah":
"Dan kami tidak mengutus engkau wahai Mirza Ghulam Ahmad kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam." (hal. 634)


Firman "tuhan" dalam kitab suci "Tadzikrah":
"Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad "- Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, hanya diberi wahyu kepadaku." (hal. 633)


Firman "tuhan" dalam kitab suci "Tadzikrah":
"Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu "wahai Mirza Ghulam Ahmad"- kebaikan yang banyak." (hal. 652)


Firman "tuhan" dalam kitab suci "Tadzikrah":
"Sesungguhnya kami telah menjadikan engkau -wahai Mirza Ghulam Ahmad -imam bagi seluruh umat manusia." (hal.630)


Firman "tuhan" dalam kitab suci "Tadzikrah":
"Oh, Pemimpin sempurna, engkau wahai Mirza Ghulam Ahmad- seorang dari rasul-rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh yang maha kuasa, yang rahim."(hal. 658-659)


Firman "tuhan" dalam kitab suci "Tadzikrah":
"Sesungguhnya kami telah menurunkannya pada malam lailatur qodar."(hal.519)


Firman "tuhan" dalam kitab suci "Tadzikrah":
"Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allahlah yang melempar. (Tuhan yang maha pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur'an."(hal.620)


Itulah sebagian kecil contoh ayat-ayat Al-Qur’an yang dibajak. Dan si pendusta – nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad mengatakan kepada pengikutnya bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu yang diterima dari “tuhannya” di India.

Pandangan Dunia Islam terhadap Aliran Ahmadiyah


Mayoritas Umat Islam di berbagai negara Islam dan non Islam beraggapan bahwa aliran Ahmadiyah merupakan alirat sesat, menyimpang dan keluar dari Islam. Demikian pula halnya dengan umat Islam di negara Indonesia tercinta, menghukumi mereka (Ahmadiyah) sesat dan kafir. Coba perhatikan KUHP di bawah ini.

Pada kitab Undang-Undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sbb: PASAL 56 a:
Surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/BA.01/3099 /84 tanggal 20 September 1984, a.l. :

- Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Malaysia sejak 18 Juni 1975.
- Brunai Darus Salam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Brunai Darus Salam.
- Rabithah 'Alam Islamy yang berkedudukan di Makkah (organisasi keagamaan Islam Internasional) telah mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah kafir dan keluar dari Islam.
- Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah kafir dan tidak boleh pergi haji ke Makkah.
- Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah golongan minoritas non muslim.

Demikian pula pernyataan yang dikeluarkan oleh BALITBANG DEPAG RI, Jakarta, 1995 hal. 19, 20, 21 : Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima wahyu, dan dengan wahyu itu dia diangkat sebagai nabi, rasul, al masih mau'ud dan imam mahdi. Ajaran dan faham yang dikembangkan oleh pengikut jemaat Ahmadiyah Indonesia khususnya terdapat penyimpangan dari ajaran Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadits yang menjadi keyakinan umat Islam umumnya, antara lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza Ghulam Ahmad sesudah Rasulullah saw.
Kesimpulan dan penutup

Aliran Ahmadiyah dan para pendukung dan pengikutnya adalah aliran sesat dan menyesatkan yang secara nyata keluar dari ajaran dan akidah Islam yang sebenarnya. Paham sesat ini diajarkan dan didirikan oleh nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad dan mengaku mendapat wahyu dan “kitab suci” Tazkirah dari tuhannya. Jamaatnya mengakui dia sebagai nabi dan rasul terakhir (ke-26 setelah Rasulullah shallallahu alahi wa sallam) yang harus mereka imani.

Dan untuk mengakhiri tulisan ini mari kita kutip firman Allah Ta’ala dalam kitab suci Alqur’an Surat Al-Baqarah : 79, yang artinya, “Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikatakannya: "Ini dari Allah,"(dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaanlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yang mereka kerjakan."

Demikianlah semoga tulisan atau postingan tentang aliran sesat Ahmadiyah ini, dapat menambah khazanah pengetahuan kita, sehingga kita dapat menghindari diri dan keluarga kita dari aliran ini dan aliran-aliran sesat lainnya. Amin ya rabbi.


Baca Artikel Sebelumnya: Aliran Sesat Ahmadiyah 1

Tulisan saya ini, tapi dengan gaya dan susunan penulisan yang berbeda dengan aslinya, bersumber dari:

Laporan: LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam)

Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia


Komentar